Menkeu Sri Mulyani: Proposal Negosiasi Indonesia ke AS Paling Lengkap

Menkeu Sri Mulyani: Proposal Negosiasi Indonesia ke AS Paling Lengkap Menkeu Sri Mulyani: Proposal Negosiasi Indonesia ke AS Paling Lengkap

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi salah satu perwakilan Indonesia yang ikut serta dalam proses negosiasi kebijakan tarif impor AS. Proses negosiasi tersebut berlangsung dari 16-23 April 2025 kemarin.

Sri Mulyani mengatakan, saat ini pihak AS sedang fokus terhadap berbagai kebijakan yang berkaitan dengan negara-negara partner perdagangannya, termasuk melakukan kebijakan reciprocal tarif.

“ Tujuannya menurut Amerika Serikat untuk menciptakan sebuah tatanan perdagangan yang lebih adil. Dalam konteks ini tentu kita juga harus terus mempelajari perkembangan ini. Karena di dalam pembahasan kami, pak menko (Airlangga Hartanto) dengan kami tadi dalam pertemuan Amerika juga menyoroti mengenai hubungan Amerika Serikat terhadap Indonesia maupun seluruh kawasan ekonomi di dunia,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual pada Jumat (25/4).

Saat ini menurut laporannya, pemerintah Indonesia telah melakukan proses negosiasi melalui seluruh jalur seperti melalui USTR, melalui jalur Department of Commerce, dan dari US Treasury.

“Tentu hal ini untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap bagaimana ekspektasi dari Amerika Serikat dan proses pengambilan keputusan dari pemerintahan AS, terhadap berbagai partner dagang mereka, termasuk dalam hal ini Indonesia,” ujarnya.

Menurut Sri Mulyani, pemerintah AS pun mengapresiasi langkah negosiasi Indonesia dalam hal ini. Satu hal yang menjadi catatan, proposal negosiasi Indonesia dianggap paling lengkap dan detail.

“Indonesia mendapatkan apresiasi atas respons untuk berdialog dan untuk melakukan negosiasi. Selain itu kami juga dihargai karena proposal Indonesia yang disampaikan oleh Pak Menko Perekonomian, Pak Airlangga, termasuk proposal yang paling lengkap dan detail, yang menggambarkan suatu kerjasama yang saling menguntungkan,” ucapnya.

Feedback Positif AS

Adapun langkah ini diakuinya sebagai arahan dari Presiden Prabowo untuk melakukan reformasi dan diregulasi, demi kepentingan Indonesia sendiri. Selain itu juga memecahkan masalah, baik masalah bilateral maupun masalah secara global.

Feedback yang positif ini tentu akan menjadi bekal bagi kita untuk terus melakukan pembahasan di level teknis. Serta diharapkan dapat bermanfaat bagi perekonomian Indonesia, maupun bagi perekonomian regional dan dunia,” pungkasnya.

Editor: Novita Intan

Foto : Instagram/smindrawati