Jakarta, GPriority.co.id – Ada satu hal yang menarik pada pertemuan Menlu Belanda, David van Well, dan Menlu RI Sugiono yang berlangsung pada hari ini, Kamis (9/10). David menyebut, sepak bola sebagai satu hal yang mengikat Belanda dan Indonesia.
Namun, usai kekalahan Timnas Indonesia atas Arab Saudi dengan skor 2-3 dalam laga kualifikasi piala dunia Rabu (8/10) kemarin, Menlu Belanda menyampaikan permintaan maaf-nya saat memberikan sambutan di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI.
“Kemarin Indonesia memainkan pertandingan penting dengan Patrick Kluivert sebagai pelatihnya. Sebagai orang Belanda, tentu saja saya sangat bangga melihat legenda sepak bola itu berkontribusi pada kesuksesan olahraga Indonesia,” ujarnya.
Perlu diketahui, Indonesia dibekuk Arab Saudi berkat 3 gol yang dicetak oleh Saleh Abu Al Shamat, serta Feras Albrikan (salah satunya lewat tendangan penalti). Sementara skor 2 bagi Indonesia dicetak oleh Kevin Diks di menit ke-11 serta menit ke-88. Dalam pernyataannya, David pun menyampaikan harapannya untuk Timnas Indonesia dalam laga kualifikasi selanjutnya.
“Dan meskipun hasil pertandingan kemarin sedikit mengecewakan, saya mohon maaf atas kekecewaan anda. Masih ada peluang bagi Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia. Saya mendoakan yang terbaik untuk Timnas Indonesia,” lanjutnya.
Dalam pertemuan di hari ini, Menlu Sugiono dan Menlu David turut membahas berbagai isu strategis. David pun berharap Belanda dapat menjadi investor Eropa terbesar di Indonesia. Ia mengatakan jika Pemerintah Belanda akan terus mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif dengan menekankan, “Ada banyak peluang di depan. Dan meraihnya adalah prioritas bersama,” tuturnya.
Walaupun saat ini dunia sedang menghadapi tantangan berat, namun kemitraan yang kuat sangat diperlukan. Dengan catatan, berlandaskan kepercayaan, nilai-nilai bersama, serta tujuan bersama.
“Bagi kami, Indonesia bukan hanya sebagai teman terpercaya, tetapi juga mitra strategis. Mari kita terus membangun dunia yang lebih hijau, lebih aman, dan lebih inklusif bersama-sama,” tutup David.
