Menteri PU Dukung Produktivitas Pertanian Gunungkidul Lewat Pembangunan Irigasi Air Tanah

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, meninjau langsung lokasi pembangunan JIAT di Dukuh Bulak Blimbing, Kelurahan Karangrejek, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul, pada Minggu (5/10). Foto: dok.Kementerian PU Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, meninjau langsung lokasi pembangunan JIAT di Dukuh Bulak Blimbing, Kelurahan Karangrejek, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul, pada Minggu (5/10). Foto: dok.Kementerian PU

Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperluas pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) guna mendukung produktivitas pertanian di wilayah rawan kekeringan. Salah satunya dilakukan di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Kita sudah komit bersama Ibu Bupati untuk seluruh area Gunungkidul yang memiliki potensi air tanah memadai, kita akan bantu bangun beberapa titik tambahan jaringan irigasi air tanah secara bertahap, sekaligus memperhatikan kebutuhan jalan usaha tani agar akses petani ke lahan juga semakin mudah,” ujar Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, meninjau langsung lokasi pembangunan JIAT di Dukuh Bulak Blimbing, Kelurahan Karangrejek, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul, pada Minggu (5/10).

JIAT Blimbing dibangun dengan anggaran APBN sebesar Rp578 juta, mencakup saluran sepanjang 172 meter dengan luas layanan 14,5 hektare. Proyek ini mampu meningkatkan luas tambah tanam (LTT) hingga 32 hektare melalui sistem pompa air tanah dari sumur dalam sedalam 100 meter, serta jaringan distribusi sepanjang 4,67 kilometer.

Selain itu, fasilitas ini dilengkapi rumah genset dan panel pompa dengan debit produksi air mencapai 30 liter per detik, menjaga ketersediaan air sepanjang tahun.

“Ke depan, kita ingin Gunungkidul tidak lagi bergantung sepenuhnya pada hujan. Secara perlahan, seluruh wilayah akan berubah menjadi kawasan yang produktif,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Kementerian PU dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri PU dan jajaran BBWS Serayu Opak yang telah membangun jaringan irigasi air tanah di wilayah kami. Beliau bahkan turun langsung meninjau dan mendengar masukan dari para petani, termasuk soal penggunaan listrik agar pompa lebih efisien,” kata Bupati Endah.

Sejak tahun 1980-an, telah terbangun sekitar 40 jaringan irigasi air tanah di Gunungkidul. Pembangunan JIAT Blimbing menegaskan kesinambungan program Kementerian PU dalam pemanfaatan air bawah tanah untuk mendukung ketahanan pangan nasional.