Penulis : Dimas A Putra | Editor : Lina F | Foto : Istimewa
Jakarta, GPriority.co.id – Berbagi gunting kuku mungkin sering kita lakukan. Namun tak banyak diketahui, kebiasaan ini bukan sesuatu yang baik dari sisi kesehatan.
Penggunaan gunting kuku mirip seperti pengikir kuku, sepatu, handuk sampai sikat gigi.
Peneliti asal American Academy of Dermatology menyarankan, gunting kuku sebaiknya digunakan secara pribadi.
Hal ini tentu dapat menimbulkan beberapa seperti onikomisosis (jamur kuku), kurap, hingga kutu air.
“Sistem kekebalan yang sehat seringkali melindungi diri Anda dari potensi infeksi. Tetapi tetap ada risiko jika menggunakan alat yang terkontaminasi,” ucap Brendan Camp, asisten profesor klinis dermatologi di Weill Cornell Medical College, New York, dikutip Kompas, Kamis (14/12).
Sementara itu, Menurut laporan di Journal of Fungi, potensi penularan penyakit menjadi lebih tinggi (sekitar 50 persen) terutama jika salah satu penggunanya mengalami infeksi kulit atau kuku.
Apalagi jika ada kebiasaan tidak membersihkan gunting kuku setelah dipakai. Bakteri, kuman hingga partikel merugikan bisa saja menetap di alat pemotong kuku tersebut.
Khususnya pada pasien diabetes yang cenderung memiliki masalah pada sistem kekebalan tubuh. Mereka memiliki kondisi imunitas yang tidak stabil, sehingga risiko penularannya akan lebih tinggi.
Meski pun jenis infeksi yang disebarkan oleh gunting kuku biasanya tidak terlalu serius. Namun, masalah kutu air, kurap hingga gatal bisa memberikan sensasi tidak nyaman.
Terkadang dalam kasus yang lebih parah, infeksi jamur bisa memicu gejala seperti kuku menjadi kering, rapuh, berubah warna hingga berbau.
Laporan Mayo Clinic menyebutkan, infeksinya itu cukup sulit disembuhkan hingga membutuhkan waktu berbulan-bulan.
