Jakarta, GPriority.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memprediksi adanya peningkatan pinjaman daring (pinjol) dan layanan paylater menjelang Lebaran, sebagaimana juga terjadi pada tahun lalu.
Menurut laporan OJK, ada April 2024, pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan meningkat 31,45% yoy dibandingkan Maret 2024 yang sebesar 23,90%, sementara industri pinjol tumbuh 24,16% yoy.
Adapun tren ini diperkirakan dapat berlanjut pada 2025, dengan harapan tetap terkendali agar tidak meningkatkan rasio kredit macet (NPF). Sementara itu, pada Januari 2025, pembiayaan BNPL naik 41,9% yoy menjadi Rp 7,12 triliun dengan NPF gross 3,37%, sedangkan pinjol mencapai Rp 78,50 triliun dengan pertumbuhan 29,94% yoy dan tingkat risiko kredit macet (TWP90) stabil di 2,52%.
OJK juga mencatat adanya peningkatan transaksi digital turut mendorong tingginya permintaan pinjaman, terutama melalui e-commerce. Outstanding pembiayaan Peer to Peer (P2P) Lending pada Januari 2025 mencapai Rp 78,50 triliun, meningkat 29,94% dibanding Desember 2024 yang tumbuh 29,14% yoy.
Kendati pertumbuhan industri pinjol dan BNPL cukup tinggi, OJK menekankan pentingnya menjaga stabilitas keuangan untuk mencegah lonjakan kredit macet di masa mendatang.
Perputaran Uang Lebaran 2025 Anjlok?
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum (Waketum) Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, mengatakan jika perputaran uang lebaran 2025 diprediksi akan mengalami penurunan Rp 20 triliun atau 12,3% dari tahun sebelumnya.
Sarman menjelaskan, penyebabnya yaitu karena berkurangnya jumlah pemudik. Berdasarkan survei dari Kemenhub dan akademisi, jumlah pemudik pada 2025 diperkirakan mencapai 146,48 juta pemudik (52% dari total penduduk Indonesia).
Jika dibandingkan dengan tahun lalu, mencapai 193,6 juta pemudik, maka angka tersebut mengalami penurunan hingga 24%.
Foto : Dok. ANTARA
