Pahami Etika dalam Bermedsos

Kolaka Utara, Gpriority-Di dalam bermedia sosial, etika perlu dijaga. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi perkelahian dan hujatan yang diakibatkan medsos seperti yang belakangan ini sering terjadi.
Lantas bagaimana caranya beretika di medsos? Dyandra Promosindo,Siberkreasi serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjawabnya di dalam Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi yang digelar secara virtual pada 1 Juli 2021 di Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Program yang mengangkat tema “Aman dan Nyaman dalam Bermedia Sosial” menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari pendiri Gratisin Belajar & Content Creator M Faiz Ghifari, dosen & peneliti media sekaligus perwakilan Mafindo Fathul Qorib, penulis sekaligus salah satu pendiri Podcastren Irfan L Sarhindi, serta jurnalis & pegiat literasi Budhy Nurgianto. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Hesti Imaniar selaku jurnalis. Kegiatan ini dihadiri sebanyak 501 peserta. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pemateri pertama adalah M Faiz Ghifari yang membawakan tema “Digital Skill: Bijak Menggunakan dan Menuai Manfaat dari Media Sosial”. Media sosial, kata Faiz, punya banyak manfaat seperti sebagai tempat berjejaring, membuat gerakan ataupun bisnis, tempat belajar, dan tempat berbagi. Warganet harus pintar-pintar dalam menilai kualitas sebuah informasi karena banyak terjadi kesesatan berpikir di media sosial. “Di sisi lain, perlu kecakapan dalam mengutarakan pendapat di media sosial,” imbuhnya.

Berikutnya, Fathul Qorib menyampaikan materi berjudul “Netiket: Upaya Etis Berkomunikasi Era Digital”. Di kehidupan digital, manusia tetap harus mempelajari etika, sebagaimana di dunia nyata. Sebab, kata Fathul, dunia digital adalah dunia kedua, di mana seseorang juga harus memiliki tata krama dan etika. “Kita tidak hidup sendirian di dunia ditigal, ada banyak kepala, ada banyak perasaan, yang mereka juga punya standar kode etik sendiri,” tutur Fathul.

Sebagai pemateri ketiga, Irfan L Sarhindi, membawakan tema tentang “Jarimu, Harimaumu: 5 Alasan Kenapa Netizen Indonesia ‘Jahat’, 6 Alasan Kenapa Main Medsos Butuh Etika dan Empati”. Irfan mengawali sesinya dengan hasil survei Microsoft yang menyebut warganet Indonesia paling tidak sopan se-Asia Tenggara. Salah satu alasan mengapa orang di dunia maya bisa berbeda dari dunia nyata adalah dunia digital menawarkan sensasi ‘berteriak di hutan’ yang membuat seseorang merasa sendirian sekaligus didengarkan. “Alasan lainnya adalah sensasi anonimitas, kekaburan batasan, tempat pelampiasan, dan menawarkan cuan dengan jalur viral,” katanya.

Adapun Budhy Nurgianto sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Jaga Jejak Digital Kita”. Budhy memastikan, jejak digital adalah hal yang tidak bisa dihindari setiap pengguna internet. Ada beberapa tips untuk menjaga jejak digital, seperti mengelola privasi, memperhatikan apa yang akan dibagikan, tidak sembarang membagi informasi pribadi, dan selektif dalam berhubungan di media sosial. “Gunakan nama asli untuk akun profil. Ini akan membantu publik jika terjadi aksi kejahatan,” tegasnya

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah satu peserta, Keyzia Yolanda, bertanya tentang apa saja yang perlu diperhatikan agar menjadi warga masyarakat yang baik dalam bermedia sosial. Menurut Fathul, beberapa di antaranya adalah menjaga etika dan bersikap empati. Dalam acara tersebut, panitia memberikan uang elektronik senilai masing-masing Rp100.000 bagi sepuluh penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual dan gratis mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.
(hs.Foto.dok.Dyandra)

Related posts