PBNU: Kalau Satu Kabinet Diisi Santri, Insyaallah Aman

PBNU: Kalau Satu Kabinet Diisi Santri, Insyaallah Aman/Foto : Dok. NU Online PBNU: Kalau Satu Kabinet Diisi Santri, Insyaallah Aman/Foto : Dok. NU Online

Jakarta, GPriority.co.id – Rais ‘Aam PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) KH Miftachul Akhyar, belum lama ini menegaskan jika pesantren mempunyai kekuatan dalam menyeimbangkan ilmu, iman, akal, serta adab. Menurutnya, apabila suatu saat satu kabinet diisi santri, negara akan aman.

Disampaikannya pada acara Halaqah Penguatan Kelembagaan Pendirian Direktorat Jenderal Pesantren di uIN Sunan Ampel Surabaya pada Kamis (13/11) lalu, Miftachul meyakini jika santri yang tumbuh dalam lingkungan pesantren memiliki karakter taat serta berintegritas tinggi.

“Kalau satu kabinet diisi santri, insyaallah aman. Karena mereka tumbuh dengan ketaatan dan kesadaran bahwa setiap amalnya diawasi Allah,” ungkapnya sebagaimana dikutip dari ANTARA pada Selasa (18/11).

Di sisi lain, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyebut Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren, sebagaimana dilansir dari laman resmi Kemenag.

Kehadiran Ditjen Pesantren menjadi bentuk kehadiran negara untuk memperkuat peran pesantren. Pratikno mengatakan pesantren merupakan sumber energi moral bangsa. Saat ini, menurut laporan, ada lebih dari 42 ribu pesantren dengan 12,5 juta santri yang tersebar di seluruh Indonesia.

Guna menghadapi beberapa tantangan seperti keamanan infrastruktur, literasi digital, hingga kesiapan vokasional santri, saat ini ada empat program strategis yang tengah dirancang pemerintah dan menjadi prioritas di awal kehadiran Ditjen Pesantren.

Empat program prioritas tersebut meliputi program Pesantren Sehat dan Aman, peningkatan kompetensi vokasional santri, pemberdayaan kiai dan nyai, hingga akselerasi digitalisasi pesantren.

Pratikno menegaskan, Ditjen Pesantren juga harus dipimpin oleh sosok yang memiliki jiwa santri dan otak teknokrat agar dapat menjaga tradisi di samping memimpin inovasi.

Adapun empat struktur Ditjen Pesantren yang diusulkan Pratikno antara lain :
1. Direktorat Sarana dan Prasarana,
2. Direktorat Kurikulum dan Vokasi,
3. Direktorat Kemandirian dan Kewirausahaan,
4. serta Direktorat SDM dan Kemitraan.