Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Jepang telah merilis panduan darurat jika Gunung Fuji meletus, dengan fokus pada dampak abu vulkanik di Tokyo dan Jepang bagian timur, seperti dilansir dari ET.
Jika abu mencapai 30 cm, orang-orang di dalam atau di dekat rumah kayu harus mengungsi karena beratnya dapat membuat bangunan runtuh, terutama jika hujan.
Jumlah yang lebih sedikit tidak langsung berbahaya, tetapi paparan yang lama dapat mengiritasi mata dan tenggorokan.
“Tetap di dalam ruangan adalah yang terbaik, dan jika pergi ke luar, masker dan kacamata dianjurkan,” tulis panduan tersebut.
Pemerintah Jepang mengkhawatirkan semua abu sisa letusan. Sementara itu para ahli menyarankan pemerintah menemukan tempat penyimpanan, menemukan cara untuk menggunakan abu untuk konstruksi, atau membuangnya dengan aman.
Laporan tersebut juga menyerukan lebih banyak kesadaran publik dan pelatihan yang lebih baik bagi para ahli bencana.
Gunung Fuji Tidak Bersalju Dalam 130 Tahun
Untuk pertama kalinya, Gunung Fuji di Jepang dilaporkan tidak bersalju setelah 130 tahun lamanya.
Sebagai informasi, Gunung Fuji, biasanya mulai bersalju dari awal Oktober. Namun, sampai saat ini gunung ikonik di Jepang itu belum ditutupi salju hingga akhir bulan ini.
Fenomena Gunung Fuji tidak bersalju ini diduga karena cuaca hangat yang luar biasa, sehingga membuat puncak tertinggi Jepang, yang disucikan oleh masyarakat, tetap bersih dari salju.
Perlu diketahui, pada tahun ini Jepang mencatatkan musim panas terpanas dalam sejarah, dengan suhu mencapai 1,76 derajat Celsius di atas rata-rata.
Foto : Dok. Mt Fuji Tours
