Pemkab Kutim Rakor Validasi Angka Kemiskinan

Kutim,Gpriority- Wakil Bupati Kutai Timur, Kasmidi Bulang membantah bahwa pernyataan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang menyebutkan bahwa anggka kemiskinan Kutim yang mencapai 105 ribu orang tidak benar.

Kasmidi menegaskan bahwa angka kemiskinan di Kutim tak sebanyak itu, sebab dalam laporan yang disampaikan Dinas Sosial Kutim dalam Rakor menyatakan bawa kategori warga sangat miskin di Kutim kurang lebih 4 ribu kepala keluarga (KK).

Menyikapi hal tersebut, Wabup meminta kepada dinas terkait di lingkup Pemkab untuk melakukan validasi tentang jumlah data warga miskin atau kurang mampu di daerah Kutim, agar setiap pelaksanaan program pemerintah dengan sasaran warga miskin tidak salah

“Nanti dari situ akan divalidasi ulang, sehingga nanti akan menjadi satu data saja yang dipakai oleh Pemkab Kutim. Baik Dinsos maupun Dinas lainnya. Seperti Disdukcapil, Disperindag, Dinas Kesehatan, atau organisasi lainnya atau di luar pemerintah, seperti BPS,” kata Kasmidi, saat Rakor penyusunan perencanaan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Kutim, di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Rabu (10/11/21).

Ia juga meminta agar dalam dua minggu ke depan kembali digelar rapat lanjutan, sambil menunggu validasi data dari Dinsos, terkait data jumlah orang yang sangat miskin di Kutim, mulai dari kategori desil 1, 2, 3 dan 10.

Diketahui, rumah tangga dalam Basis Data Terpadu dapat dikelompokkan ke dalam kelompok yang disebut desil. Desil adalah kelompok per-sepuluhan, jadi seluruh rumah tangga dapat dibagi ke dalam 10 desil. Dengan demikian desil 1 adalah rumah tangga dalam kelompok 10 persen terendah.

Desil 2 adalah rumah tangga dalam kelompok antara 10-20 persen terendah. Desil 3 adalah rumah tangga dalam kelompok antara 20-30 persen terendah dan seterusnya. Sedangkan Desil 10 adalah rumah tangga dalam kelompok 10 persen dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi. (Dw.Foto.Dok.Humas)

Related posts