Pemkot Tangsel Kaji Penerapan PSBB

Tangsel,Gpriority-Terkait kemungkinan apakah Tangerang Selatan (Tangsel) bakal menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tangerang Selatan untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany pada Sabtu (4/4) mengatakan pada penerapan PSBB memerlukan kajian mendalam. Kajian itu membahas di antaranya aspek ekonomi, sosial, kesehatan, hingga keamanan.

Lebih lanjut dikatakan Airin pihaknya saat ini masih menghitung persediaan bahan pangan di Kota Tangsel. Sebab, katanya, stok pangan menjadi prasyarat utama yang harus dipertimbangkan sebelum menerapkan PSBB.

Terkait dengan meningkatnya jumlah Orang Dalam Pemantauan atau ODP sebanyak 363 kasus. Untuk Pasien Dalam Pengawasan atau PDP sebanyak 150 kasus, pasien positif sebanyak 40 kasus, 6 pasien sembuh Airin mengatakan bahwa dirinya telah menyatakan, masa tanggap darurat wabah virus Corona di Tangsel diperpanjang hingga 29 Mei 2020 sesuai dengan arahan dari BNPB. Hal itu berarti juga memperpanjang masa belajar di rumah bagi seluruh sekolah ataupun kampus yang ada di wilayah tersebut, dengan menyesuaikan perpanjangan masa tanggap darurat atau seusai Hari Raya Idul Fitri.

Airin juga terus memberi himbauan kepada warga tentang bahaya covid-19. Selain itu Pemkot Tangerang juga terus bergerak untuk melakukan rapid Test kepada para ODP.

Untuk rujukan sementara ini hanya RSUD Tangsel sedangkan puskesmas Pamulang hanya untuk rumah sakit transit.

Airin juga berterima kasih kepada warga Tangsel yang sudah mau menjaga lingkungannya dari Corona dengan menerapkan jaga kampung.(Hs)

Related posts