Penelitian: Orang yang Jarang Dipeluk Lebih Mudah Emosian dan Stres

Berpelukan ternyata dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang/Foto : Ilustrasi (unsplash) Berpelukan ternyata dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang/Foto : Ilustrasi (unsplash)

Jakarta, GPriority.co.id – Jika anda belakangan merasa mudah emosian dan stres, mungkin anda butuh pelukan dari orang-orang terdekat.

Berdasarkan penelitian yang tertuang dalam jurnal ‘Psychoneuroendocrinology’, disebutkan jika pelukan bukanlah hanya sebuah bentuk kasih sayang, melainkan kebutuhan emosional yang penting dan berdampak bagi kesehatan mental seseorang.

Sentuhan fisik seperti pelukan salah satunya, terbukti dapat menurunkan hormon stres kortisol. Selain itu, pelukan juga dapat menstabilkan detak jatung serta memberi rasa aman secara instan.

Faktanya, orang yang sering mendapat pelukan dari orang-orang terdekat, cenderung akan merasa lebih tenang, lebih tahan terhadap tekanan, serta dapat lebih cepat pulih dari emosional yang dirasakan.

Sebaliknya, jika seseorang jarang mendapat pelukan atau sentuhan, justru dapat memicu kondisi touch starvation. Apa itu touch starvation?

Touch starvation merupakan kondisi dimana seseorang merasa kosong dalam jiwanya, hingga dapat memicu stres, kegelisahan, hingga puncaknya menyebabkan ledakan emosi. Singkatnya, seseorang yang merasakan tekanan batin.

Jika seseorang jarang mendapat stimulus positif dari sentuhan, otak kemudian akan kekurangan dopamin serta serotonin, dan akhirnya menyebabkan seseorang menjadi lebih mudah tersinggung, marah, bahkan lebih agresif terhadap orang lain.

Pelukan ternyata dapat menjadi obat alami untuk menjaga kestabilan emosional, serta memperkuat hubungan sosial, terlebih dalam kehidupan di dunia yang serba modern saat ini.

Bahkan dalam sebuah penelitian disebutkan jika seseorang membutuhkan setidaknya 7-8 pelukan dalam sehari. Pasalnya, semakin banyak frekuensi berpelukan, maka akan semakin tinggi pula kadar serotonin pada tubuh kita.

Berbeda dengan oksitosin yang dapat meredakan kecemasan, kemarahan, hingga rasa kesepian, serotonin dapat sangat berpengaruh pada suasana hati dan kebahagiaan seseorang.

Dari penelitian ini, dapat disimpulkan jika pernyataan ‘seseorang yang sedang memiliki masalah hanya butuh pelukan’, memang benar adanya. Mulai sekarang jika anda menemukan seseorang yang sedang bermasalah, jangan ragu untuk memberikannya pelukan, ya!