PJ Walikota Kendari Gercep Kendalikan Laju Inflasi

Kendari,GPriority.co.id-Inflasi pada saat ini tengah mengancam dunia termasuk Indonesia. Untuk itulah Presiden Jokowi pada 29 September lalu di JCC, Senayan, Jakarta meminta kepala daerah untuk segera mengatasinya.

Salah satu caranya dengan menggelar pasar murah seperti yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari bersama Bank Indonesia.

Menurut Penjabat Walikota Kendari, Asmawa Tosepu dalam siaran persnya secara tertulis, Kamis (20/10/2022), pasar murah yang digelar digelar selama dua hari mulai Kamis hingga Jumat (20-21/10/2022) di pelataran Tugu Religi Sultra (Eks Lapangan MTQ) bertujuan untuk mengendalikan inflasi, sekaligus menstabilkan harga pangan di Kota Kendari dengan cara memutus rentang kendali antara produsen dengan distributor dan mendekatkannya dengan masyarakat.

“Tadi saya cek ada selisih harga antara yang dijual di pasar umum dengan pasar murah ini. Kami senantiasa terus menerus menurunkan angka inflasi di Kota Kendari. Dilihat dari hasil evaluasi sampai pada Agustus 2022, Kota Kendari posisinya sangat bagus di angka 0,36 persen. Tantangan kita sekarang paling tidak mempertahankan angka 0,36 persen itu, syukur-syukur kita bisa menurunkan lagi angka itu,” kata Asmawa.

Terkait hal itu, Asmawa mengatakan dirinya telah meminta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan memohon dukungan dari stakeholder terkait seperti Bank Indonesia, Bulog, Kadin, pengusaha pangan lokal yang ada di Kota Kendari ini untuk sama-sama menggelar pasar murah.

“Ayo kita ke kecamatan-kecamatan untuk menghadirkan bazar pangan yang murah agar masyarakat daya belinya bisa lebih banyak lagi dan kuat,” imbuhnya.

Selain program tersebut, Pemkot Kendari seperti dijelaskan Asmawa juga mencanangkan Gerakan TABE DI (TAnam Cabe di Pekarangan Kendalikan Inflasi). Gerakan TABE DI dilaksanakan sebagai bentuk implementasi perluasan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di Sulawesi Tenggara yang diwujudkan dengan mendorong budidaya komoditas Cabai secara organik dengan penerapan konsep Urban Farming pada Kelompok Wanita Tani, Kelompok Tani, hingga Pondok Pesantren.

“Saya berharap program tersebut bisa menjauhkan Kendari dan Indonesi dari Inflasi,” tutupnya. (Hs.Foto. Diskominfo Kota Kendari)