Jakarta, Gpriority.co.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyerahkan serangkaian alat utama sistem persenjataan (alutsista) strategis kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada Senin (18/5) di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Penyerahan itu dimaksudkan untuk memperkuat postur pertahanan udara nasional secara komprehensif dan berkelanjutan.
Alutsista yang diserahkan mencakup enam pesawat tempur multirole Dassault Rafale buatan Perancis (dari total pesanan 42 unit), dua pesawat angkut multi peran/transport-tanker (MRTT) Airbus A400M buatan konsorsium Airbus Eropa (dari 2 pesanan), serta enam pesawat jet transport Dassault Falcon 8X (dari 6 pesanan). Selain platform udara, pemerintah juga menyerahkan radar Ground Control Interceptor (GCI) Thales GM403 (dari 25 pemesanan), rudal udara jarak jauh Meteor dari konsorsium MBDA, dan smart bomb Hammer buatan Safran, Perancis.
Kehadiran berbagai platform tersebut menandai langkah strategis pemerintahan dalam membangun kekuatan udara yang terintegrasi. Menurut keterangan resmi, enam Rafale akan meningkatkan kemampuan tempur TNI Angkatan Udara dalam operasi udara-ke-udara dan udara-ke-darat, terutama dengan dukungan rudal jarak jauh Meteor dan amunisi presisi Hammer. Pesawat Falcon 8X ditunjuk untuk mendukung mobilitas strategis, misi komando, dan tugas pengawasan, sementara A400M MRTT berperan penting dalam angkut strategis dan operasi pengisian bahan bakar di udara.
Radar GCI GM403 disebut akan memperkuat kemampuan deteksi dini dan pengendalian interceptor, membantu mengarahkan pesawat tempur untuk menghadapi pelanggaran wilayah udara serta meningkatkan kesigapan sistem pertahanan udara nasional.
Usai penyerahan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa “langit Indonesia harus aman, kedaulatan tidak bisa ditawar.” Ia menambahkan bahwa modernisasi alutsista ini merupakan kelanjutan dari upaya yang dimulai saat ia menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan kini dipercepat dalam masa kepresidenannya. Pemerintah berkomitmen melanjutkan pembangunan kekuatan pertahanan secara bertahap dan menyeluruh, mencakup pengamanan seluruh matra: darat, laut, dan udara.
Langkah modernisasi ini dinilai juga sebagai upaya meningkatkan kemampuan respons terhadap tantangan global dan melindungi kepentingan strategis nasional. Dengan masuknya platform baru, TNI diharapkan memperoleh kapabilitas yang lebih terintegrasi untuk menjaga kedaulatan dan mendukung stabilitas regional.
Foto : BPMI Setpres
