Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Prabowo menargetkan 0 persen kemiskinan di Indonesia sebelum dirinya selesai menjabat pada 2029 mendatang.
Hal ini disampaikannya usai BPS (Badan Pusat Statistik) merilis data terbaru, dimana menurut data tersebut, penduduk miskin di Indonesia per Maret 2025 turun 8,47 persen, atau sebanyak 23,85 juta orang.
Sebagai upaya mengurangi kemiskinan di Indonesia, Prabowo menginisiasi beberapa program seperti Makan Bergizi Gratis (MB), Koperasi Merah Putih, hilirisasi industri, hingga Sekolah Rakyat guna menciptakan lapangan kerja baru dan memutus rantai kemiskinan dengan tingkatan ekstrem.
Namun berbeda dari data BPS, CELIOS yang merupakan lembaga CSO dan bergerak pada bidang riset menilai jika laju kemiskinan kian melambat. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan antara data yang dirilis BPS, dengan data dari lembaga internasional.
BPS sendiri sebelumnya mencatat kemiskinan menurun signifikan di perdesaan. Namun justru kemiskinan di perkotaan malah mengalami peningkatan.
Penyebab utama terjadinya ialah adanya beban fiskal karena program berbiaya besar serta pertumbuhan ekonomi yang diprediksi berada di bawah 5 persen pada 2025. Para pengamat pun menilai jika strategi yang dilakukan pemerintah sudah seharusnya disertai dengan evaluasi secara menyeluruh, guna mencapai target penurunan kemiskinan secara signifikan.
Selain soal kemiskinan, BPS mencatat tingkat pengangguran turun ke angka 4,76 persen, bahkan terendah sejak krisis 1998. Melihat capaian tersebut, Presiden Prabowo pun memberi apresiasi dan mengatakan jika hal ini menjadi pertanda jika ekonomi nasional membaik.
