Presiden Prabowo Resmikan Stasiun Tanah Abang Baru Senilai Rp380 Miliar

Presiden RI Prabowo Subianto dan jajaran resmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Selasa (4/11)/Foto Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden Presiden RI Prabowo Subianto dan jajaran resmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Selasa (4/11)/Foto Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden

Jakarta, GPriority.co.id – Presiden RI Prabowo Subianto bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi resmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Selasa (4/11). 

Peresmian ini menjadi bagian dari upaya modernisasi transportasi publik sesuai arahan Prabowo dalam kerangka Asta Cita, untuk menghadirkan layanan publik yang nyaman dan modern.

Menhub Dudy menjelaskan, bangunan Stasiun Tanah Abang Baru memiliki luas 19.000 m² di atas lahan 31.174 m², dengan empat peron dan enam jalur yang dapat melayani satu rangkaian kereta berisi 12 gerbong. Pembangunannya menghabiskan anggaran sebesar Rp380 miliar.

Sejak mulai beroperasi bertahap pada Juni 2025, stasiun ini melayani lima rute, yakni Kampung Bandan, Rangkasbitung, Duri–Tangerang, Manggarai–Bogor, dan Cikarang. Penggunaan stasiun baru ini meningkatkan efisiensi serta kapasitas layanan KRL.

Menurut Dudy, keberhasilan pembangunan Stasiun Tanah Abang Baru merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Perhubungan, PT KAI, dan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta. Proyek ini juga mendukung pengembangan kawasan berorientasi transit (Transit Oriented Development/TOD) serta mengantisipasi lonjakan penumpang.

“Stasiun Tanah Abang merupakan salah satu stasiun dengan intensitas tertinggi di Jabodetabek. Stasiun ini menjadi pusat mobilitas masyarakat, sehingga perlu dikembangkan dengan konsep kawasan berorientasi transit. Pembangunan ini menjadi bukti nyata bagaimana transportasi publik di Indonesia terus kita dorong untuk lebih terintegrasi, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” kata Dudy dalam keterangannya.

Dudy menambahkan, dengan selesainya pembangunan, kapasitas stasiun ini meningkat hingga 62,89 persen, dari 141.000 menjadi 380.000 penumpang per hari.

“Pembangunan dan modernisasi stasiun ini kami harapkan dapat mendorong kegiatan ekonomi di sekitar kawasan, menciptakan ruang publik yang lebih tertata, dan membuka peluang bagi pelaku UMKM. Ini adalah perwujudan transformasi kereta api dalam melayani publik,” tuturnya.

Sementara, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasinya atas pembangunan tersebut. Ia menilai sistem transportasi massal, khususnya kereta api, merupakan bagian vital dari kehidupan masyarakat modern. Maka dari itu, penting untuk terus kita kembangkan,

“Hari ini kita meresmikan wajah baru Stasiun Tanah Abang Baru. Sistem transportasi massal, khususnya kereta api adalah bagian dari kehidupan masyarakat modern yang sangat strategis dan sangat vital. Oleh karena itu, penting untuk terus kita kembangkan,” ujar Prabowo.