Baku, Gpriority.co.id – Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev secara resmi menuduh Rusia sebagai dalang jatuhnya Embraer 190 Azerbaijan Airlines (AZAL). Pesawat tersebut konon tidak sengaja tertembak Rusia saat melewati wilayah udaranya.
Dikutip dari laman euronews, Presiden Ilham mengaku bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin telah menghubungi dirinya dan meminta maaf atas insiden jatuhnya Embraer 190 AZAL di wilayah udaranya. Meski begitu Putin tidak mengakui kesalahannya.
Ilham menyebut pesawat tersebut ditembak menggunakan rudal darat ke udara saat berada di wilayah Rusia. Sumber pemerintahan Azerbaijan memperkirakan rudal permukaan ke udara rusia ditembakkan ke pesawat itu pada hari rabu saat terbang diatas Checnya, Rusia. Ketika itu wilayah tersebut tengah diserang Ukraina dengan menggunakan rudal dan drone. Sebagai antisipasi, Rusia mengerahkan sistem pertahanan udaranya dan menembakkannya.
Serangan juga menyasar pada sistem elektronik Embraer 190 AZAL yang membuatnya sulit dikendalikan dan berakhir dengan jatuhnya Embraer 190 AZAL di Baku, Kazakhstan. Akibatnya sebanyak 38 dari 62 penumpangnya dinyatakan tewas. Dalam pernyataan sikapnya Presiden Ilham berharap Moskow mengakui kesalahannya, menghukum mereka yang bertanggung jawab serta membayar kompensasi.
Sebelumnya Presiden Ilham juga menganugerahkan gelar “Pahlawan Nasional” kepada Kapten Igor Kshnyakin, co-pilot Alexander Kalyaninov dan pramugari Hokuma Aliyeva, serta “Orde Keberanian Tingkat 1” kepada Zulfugar Asadov dan Aydan Rahimli atas keberanian mereka menjalani penerbangan Embraer 190 AZAL yang menelan 38 korban.
Sebagai penghormatan warga Baku pun memenuhi bagian depan rumah Kapten pesawat AZAL Igor Kshnyakin dengan bunga, atas keberanian luar biasa yang ditunjukkan olehnya. Menurut mereka, walau pesawatnya tidak dapat dikendalikan, Kapten Kshnyakin dengan berani menerbangkannya melintasi Laut Kaspia menuju Kazakhstan, menyelamatkan puluhan nyawa dengan mengorbankan dirinya sendiri.
Sejumlah besar orang menghadiri pemakaman Igor Kshnyakin, Alexander Kalyaninov dan Hokuma Aliyeva, awak Azerbaijan Airlines Penerbangan 8432 yang jatuh di dekat kota Aktau di Kazakh pada 25 Desember 2024 di Baku, Azerbaijan.
Foto : Istimewa
