Santun Bermedsos Cerminan Jatidiri

Sitaro,Gpriority-Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 28 Juni 2021 di Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Aman dan Nyaman dalam Bermedia Sosial”. Kegiatan kali ini diikuti oleh 752 peserta dari berbagai kalangan.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari pengurus Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulut, Yoseph E Ikanubun; Praktisi Hukum dan Founder SPAK Makassar, Nurhayati Kasman; Pemerhati Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Husein Ratuloli; dan Influencer, Zilqiah Anggraini. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Manajer KIC Vivi Zabkie. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Pemateri pertama adalah Yoseph E Ikanubun yang membawakan tema “Positif, Kreatif dan Aman Bermedsos”. Dalam paparannya, Yoseph mengimbau agar menggunakan media sosial (medsos) untuk hal positif, serta membudayakan kebiasaan membaca dan menerima informasi secara sehat. “Pastikan sumber informasi valid dan berbasis data kredibel. Hindari menulis atau mengunggah sesuatu isu yang sensitif dan tidak diketahui secara jelas,” ujarnya.

Berikutnya, Nurhayati Kasman menyampaikan materi berjudul “Penggunaan Bahasa yang Baik dan Benar di Dunia Digital”. Nurhayati mengatakan, penggunaan bahasa yang baik dan benar dapat menjadi pemersatu dalam hubungan sosial, penanda kepribadian, dan kerangka acuan menuju tutur yang terkontrol. “Ketika menggunakan bahasa yang baik dan benar saat mengunggah di media sosial, itu menandakan bagaimana kualitas atau jati diri kita,” tuturnya.

Sebagai pemateri ketiga, Husein Ratuloli membawakan tema “Kenali dan Pahami Rekam Jejak di Era Digital”. Husein mengingatkan, setiap kali kita mengakses internet, maka saat itu pula kita meninggalkan jejak di dunia digital. Untuk itu, kita harus cermat dan jeli menganalisis setiap kegiatan daring kita yang pasti meninggalkan jejak digital. “Kita harus menyeleksi apa saja yang kita unggah agar kita waspada atas setiap jejak digital yang kita tinggalkan,” tandasnya.

Adapun Zilqiah Anggraini sebagai pemateri terakhir menyampaikan tema berjudul “Berekspresi di Media Sosial: Bebas Namun Terbatas”. Dia menegaskan, media sosial adalah ruang publik milik semua orang. Maka, dalam mengekspresikan diri atau menyampaikan pendapat di medsos juga harus beretika. “Ingat bahwa kebebasan berpendapat itu dibatasi oleh hak-hak orang lain. Jadi, harus smart dalam menyampaikan pendapat, jangan saling sindir,” tandasnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini juga disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(Hs.Foto.dok.Dyandra Promosindo)

Related posts