Saudi Ubah Kebijakan Masyair, Menag: Segera Percepat Persiapan Haji Tahun Depan

Penulis: Dimas | Editor: Lina F | Foto: Kemenag.go.id

Jakarta,GPriority.co.id-Pemerintah Arab Saudi akan mengubah kebijakan penentuan lokasi di Arafah dan Mina (Masyair) bagi suatu negara pada penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M.

Saudi akan memberlakukan kebijakan baru bahwa lokasi di Masyair, utamanya Arafah dan Mina, ditentukan oleh negara yang lebih cepat menyelesaikan semua kontrak dan siap untuk musim haji 1445 H.

Merespon hal tersebut, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan segera mendiskusikan hal ini dengan Komisi VIII DPR dan Badan Pengelola Keungan Haji (BPKH) agar bisa dilakukan langkah percepatan dalam persiapan, mulai dari kuota, pembahasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), termasuk kemungkinan percepatan pelunasan biaya haji.

“Ini akan segera kita sikapi. Kami akan berkoordinasi dengan Komisi VIII DPR RI dan BPKH guna membahas bersama langkah percepatan persiapan haji tahun depan,” ujar Yaqut di Makkah, Sabtu (1/7).

Dalam hal ini, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah menyerahkan sejumlah dokumen persiapan kepada kantor urusan haji (KUH) negara-negara pengirim jemaah haji.

“Berbeda dengan sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah akan menyerahkan dokumen lebih awal agar persiapan penyelenggaraan haji 1445 H juga bisa dilakukan lebih awal,” jelas Yaqut.

Yaqut menuturkan pihak Arab Saudi juga telah menargetkan layanan akomodasi dan Masyair pada 25 Februari 2024, yang mana Negara yang menyelesaikan lebih awal dapat di mendapat prioritas di Masyair.

“Menteri Taufiq menginformasikan bahwa penyelesaian kontrak layanan akomodasi dan Masyair ditargetkan pada 25 Februari 2024. Negara yang menyelesaikan kontraknya lebih awal akan mendapat prioritas dalam mengambil dan memilih tempat di Masyair,” tandasnya.