Jakarta, GPriority.co.id – Kota Al Ula terkenal sebagai kota terkutuk di Arab Saudi. Bahkan Nabi Muhammad SAW pun melarang kunjungan ke Al Ula.
Namun, saat ini Al Ula dijadikan sebagai tempat wisata yang banyak dikunjungi umat muslim usai melakukan ibadah haji atau umrah.
Menurut laporan di tahun 2024, pemerintah Arab Saudi juga tengah berupaya mengubah situs warisan peradaban kuno yang terletak tidak jauh dari wilayah Al Ula, menjadi tujuan wisata global.
Hal ini sebagai bentuk Arab Saudi mulai membuka diri terhadap dunia dan mendiversifikasi ekonomi Kerajaan agar tidak hanya bergantung pada minyak.
Kota Al Ula sendiri memiliki sejarah panjang yang panjang dan erat kaitannya dengan Kaum Tsamud yang dihancurkan dan diberi azab oleh Allah SWT.
Kaum Tsamud sendiri terkenal dengan keterampilannya dalam membuat ukiran dan konstruksi gunung yang dapat dilihat hingga saat ini.
Konon, daerah kota Al Ula dulunya sangat subur dan hijau. Bahkan setiap tahunnya memiliki hasil panen padi yang berlimpah.
Akan tetapi, kekayaan alam yang melimpah ini membuat orang-orang kaya dari kalangan kaum Tsamud menjadi sombong dan kejam serta gemar menyiksa dan membunuh orang-orang miskin.
Sebagai hukuman atas hal ini, Allah pun mengirimkan gempa bumi di tengah malam, yang menyebabkan mereka semua mati, dan tidak seorang pun dari mereka yang bangun lagi.
Seperti yang tertuang dalam Q.S. Al-A’raf ayat 78 :
“Lalu datanglah malapetaka yang dahsyat menimpanya, sehingga mereka semua terkapar tak berdaya di tempat tinggal mereka.”
Saat ini, yang tersisa di kota Al Ula hanyalah bangunan dan monumen besar yang mereka pahat dari gunung dan batu.
Peneliti: Al Ula Tidak Aman Bagi Manusia Dalam Waktu Lama

Gempa bumi besar yang terjadi ribuan tahun lalu juga telah mengikis lapisan pelindung bawah tanah bumi.
Kini, para ilmuwan telah menemukan lubang besar di lapisan ozon atmosfer tepat di atas area yang hancur ini.
Hal ini membuat wilayah tersebut berisiko mengalami kerusakan akibat gempa bumi, kerusakan akibat sinar UV, berbagai penyakit kulit, kanker, dan badai alam.
Para peneliti sepakat bahwa tempat ini tidak aman bagi manusia untuk berlama-lama.
Hal ini sesuai dengan larangan yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW tentang kota Al Ula.
Hukum Mengunjungi Al Ula

Sebenarnya, mengunjungi Al Ula diperbolehkan, namun kembali lagi berdasarkan niat dan sikap seorang muslim.
Hal ini berdasarkan pendapat dari para ulama yang memperbolehkan mengunjungi kota Al Ula, dengan catatan dilakukan dengan niat yang benar, salah satunya mempelajari sejarah islam atau mengambil hikmah dari peristiwa yang terjadi pada ribuan tahun lalu tersebut.
Adapun jika mengurungkan niat untuk mengunjunginya, merupakan bentuk ketaatan kita terhadap perintah Nabi Muhammad SAW.
Sebagaimana tertuang dalam hadis berikut ini :
“Janganlah kamu memasuki (tempat tinggal) kaum itu, kecuali kamu masuk sambil menangis. Dan jika kamu tidak menangis, maka janganlah kamu memasuki mereka, yang akan menyebabkan kamu tertimpa musibah sebagaimana yang telah mereka alami.” [Sahih Bukhari 4702, Buku 65, Hadits 224].
Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.
Foto : Arab News
