Jakarta, GPriority.co.id – Selain menjadi perjalanan kerohanian Nabi Muhammad SAW, peringatan Isra Miraj juga merupakan tanda kekuasaan Allah.
Oleh karenanya, banyak umat Islam kemudian merayakan Isra Miraj bahkan secara besar-besaran.
Sebenarnya, kepastian tanggal terjadinya peristiwa Isra Miraj tidak ada dalam hadits shahih.
Termasuk juga terjadi pada bulan Rajab atau bulan-bulan lainnya.
Namun banyak ulama yang memiliki pendapat jika Allah memiliki hikmah yang menjadikan manusia tidak mengetahui tanggal pastinya.
Kendati demikian, umat muslim tidak diwajibkan untuk mengkhususkan malam Isra Miraj dengan ibadah tertentu, atau bahkan merayakannya.
Dikatakan, bahwa Rasulullah SAW dan para sahabatnya tidak pernah merayakan peristiwa Isra Miraj, ataupun menjalankan ibadah tertentu pada malam tersebut.
Dalam kata lain, perayaan Isra Miraj bukan merupakan syariat nabi.
Makna Mendalam Isra Miraj Bagi Umat Muslim
Lebih lanjut, Isra Miraj memiliki beberapa makna mendalam bagi umat muslim. Diantaranya sebagai momentum untuk memperkuat iman.
Terutama beriman kepada apa yang tidak nampak, termasuk beriman kepada malaikat, tanda-tanda ilahi yang disaksikan oleh Nabi, dan kekuatan Allah yang tak terbatas di luar pemahaman manusia.
Isra Miraj juga memiliki makna terkait pentingnya salat dan mengamalkan doa dalam sehari-hari.
Salat dan doa merupakan hadiah langsung kepada Nabi Muhammad SAW selama Isra Miraj, yang menggarisbawahi signifikansinya sebagai salah satu pilar Islam.
Bukan hanya sekadar ritual, salat juga mengajarkan kita untuk lebih disiplin, seimbang antara urusan dunia dan akhirat, serta merekatkan hubungan dengan Allah SWT.

Selain itu Isra Miraj juga mengajarkan kita untuk meningkatkan spiritual disaat keadaan sesulit apapun.
Layaknya Nabi Muhammad SAW yang melakukan perjalanan Isra Miraj saat baru ditinggalkan oleh istrinya.
Hal ini mengajarkan umat Islam bahwa spiritualitas dapat menjadi sumber kekuatan di masa-masa sulit.
Kaitan Isra Miraj dengan Era Modern Saat Ini
Meskipun Isra Miraj terjadi berabad-abad lalu, pelajarannya tetap sangat relevan sampai saat ini.
Peristiwa Isra Miraj juga menawarkan panduan untuk menjalani kehidupan yang seimbang dan bermakna, antara dunia dan akhirat.
Pertama, di era globalisasi dan modernisasi, Isra Miraj berfungsi sebagai pengingat untuk tetap teguh dalam iman dan prinsip seseorang.
Di tengah gangguan dan tantangan, iman yang kuat menjadi landasan penting untuk mengarungi kehidupan.

Kewajiban shalat lima waktu merupakan contoh disiplin dalam manajemen waktu.
Selain itu, tindakan berwudhu sebelum shalat menyoroti pentingnya kebersihan fisik dan spiritual, yang sama pentingnya untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan di dunia saat ini.
Peristiwa Isra Miraj juga dapat menjadi pengingat di tengah aktivitas dunia yang seakan tak ada habisnya.
Namun tetap, harus mengimbanginya dengan urusan akhirat.
Foto : Ilustrasi/Deposit Photos
