Sekolah Negeri Sepi Peminat, Kenapa Orang Tua Lebih Pilih Sekolah Swasta?

Mengapa orang tua lebih pilih sekolah swasta dibandingkan sekolah negeri?/Foto : Dok. SMA Unggulan Nusantara Mengapa orang tua lebih pilih sekolah swasta dibandingkan sekolah negeri?/Foto : Dok. SMA Unggulan Nusantara

Jakarta, GPriority.co.id – Dunia pendidikan tengah diramaikan dengan berita sekolah negeri yang kian sepi peminat, terlebih di tengah musim penerimaan murid baru.

Dilansir dari ANTARA, data Dinas Pendidikan Kota Solo mencatat sebanyak 8 SD Negeri kekurangan murid pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026/2027.

Tak hanya di Solo, hal serupa juga dirasakan di sejumlah daerah. Di Sleman, Semarang hingga Lubuklinggau misalnya.

Sekitar 60-an sekolah negeri di Sleman masih kekurangan siswa baru hingga akhir masa SPMB. Sementara SDN Purwoyoso 1 di Semarang pun hanya memperoleh 3 siswa baru.

Begitupun dengan SMAN 7 Lubuklinggau di Sumatera Selatan yang hanya memperoleh belasan peserta didik baru. Fenomena ini memunculkan pertanyaan baru, mengapa kini sekolah negeri yang dulu jadi rebutan justru tak lagi diminati?

Menurut laporan sejumlah media nasional, kini orang tua lebih memilih sekolah swasta hingga sekolah berbasis agama untuk menjadi tempat anaknya menempuh pendidikan.

Mereka beranggapan jika kualitas pendidikan di sekolah swasta lebih unggul dibanding sekolah negeri. Selain itu, di sekolah swasta pembentukan karakter anak juga dinilai lebih kuat dengan kurikulum pendidikan yang lebih beragam mulai dari kurikulum internasional, cambridge, dan lainnya.

Tak sedikit orang tua yang berpikir jika sekolah swasta mampu membentuk critical thingking dalam diri anak. Sementara di sekolah negeri, lebih berfokus pada pencatatan dan hafalan.

Pengamat Pendidikan Darmaningtyas, menyebut jika aturan penerimaan murid baru yang mengutamakan usia juga turut memegang andil dalam fenomena ini.

Banyak orang tua yang kemudian memilih sekolah swasta agar anak dapat segera bersekolah daripada harus menunggu usia yang dipersyaratkan.

Di sisi lain, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti juga menilai fenomena sekolah negeri yang kekurangan murid dipengaruhi oleh beberapa faktor. Mulai dari jumlah anak usia sekolah terbatas, mutu pendidikan yang kurang, hingga jumlah sekolah negeri yang terlampau banyak.

Fenomena ini pun menjadi perhatiannya hingga membuat Kemendikdasmen kembali mempertimbangkan sejumlah langkah guna menanggapi isu terkait.

Beberapa solusinya antara lain menggabungkan 2 atau lebih sekolah negeri yang berdekatan, model sekolah satu atap, hingga sistem multigrade teacher atau 1 guru mengajar di beberapa tingkat sekaligus.

Dihimpun dari berbagai sumber kredibel, berikut ini kelebihan dan kekurangan sekolah negeri dan swasta.

Sekolah Negeri :
– Biaya lebih murah karena disubsidi pemerintah
– Seleksi masuk lebih ketat di sekolah favorit
– Fasilitas beragam, namun tergantung daerah dan anggaran
– Kurikulum nasional
– Fleksibilitasnya relatif lebih terbatas

Sekolah Swasta :
– Biaya sangat bervariasi, mulai dari terjangkau hingga sangat mahal
– Seleksi masuk tergantung kebijakan masing-masing sekolah
– Fasilitas lebih lengkap
– Menggabungkan kurikulum nasioanl dengan internasional atau kurikulum khas
– Fleksibilitas umumnya lebih fleksibel dalam inovasi pembelajaran.