Jakarta, GPriority.co.id– Kementerian Perindustrian mencatat sepanjang 2024, industri furnitur mencatatkan pertumbuhan 2,07 persen, turut mendongkrak pertumbuhan sektor industri agro yang menyentuh 5,2 persen
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengaku optimistis industri mebel dan furnitur Indonesia mampu menembus pasar global. Hal ini sejalan dengan peningkatan kontribusi perekonomian nasional melalui nilai ekspor dan upaya memenuhi kebutuhan dalam negeri.
“Saya optimis kita akan bisa meningkatkan produktivitas industri furnitur, meningkatkan ekspor, dan memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri,” ujar Faisol dikutip dalam siaran resminya, Senin (10/3).
Sekadar catatan, Industri agro sendiri mampu memberikan andil hingga 51,81 persen terhadap pendapatan domestik bruto sektor industri pengolahan nonmigas.
Sepanjang 2024, Indonesia International Furniture Expo juga mencatatkan nilai transaksi mencapai USD 300 juta (sekitar Rp 4,88 triliun-asumsi kurs saat ini), yang juga menghadirkan sebanyak 13.370 pengunjung yang berasal dari 117 negara mulai dari Uni Emirat Arab hingga Amerika Serikat.
Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur, menambahkan, mebel dan kerajinan adalah industri yang sangat strategis. Selain sebagai industri padat karya, lanjut Abdul, industri ini juga merupakan industri berbasis kreatif yang mampu bertahan lama.
Untuk mendukung pertumbuhan industri, ia berharap pemerintah dapat membantu dalam hal regulasi. “Kami berharap pemerintah bisa membantu dalam hal regulasi yang menghambat pertumbuhan industri misalnya terkait Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). Agar SVLK cukup diberlakukan di hulu saja. Ini cukup menunjukkan industri mebel kita sadar akan lingkungan,” ujar Sobur.
Regulasi yang memudahkan pelaku industri diklaim akan berdampak positif bagi pertumbuhan industri mebel dan kerajinan. Meskipun secara global masih ada perlambatan ekonomi dan permintaan akibat perubahan geopolitik, dirinya masih optimis bahwa industri akan tetap bisa bertumbuh.
Pada November 2024, ekspor produk mebel dan kerajinan mencapai USD 2,37 miliar, naik tipis dari tahun sebelumnya yang mencapai USD 2,22 miliar.
Sementara, Data Expert Market Research menyatakan nilai pasar furnitur global sepanjang 2024 mencapai USD 660 miliar, dan diperkirakan akan terus tumbuh 4,9 persen pada periode 2025 hingga 2034.
“Kita percaya diri, suatu saat ekspor industri mebel lokal bisa mencapai angka USD5 miliar paling tidak pada akhir tahun 2030,” kata dia.
