Penulis : Ponco | Editor : Lina F | Foto : KemenBUMN
Jakarta, GPriority.co.id – Wakil Menteri BUMN Rosan Perkasa Roeslani pada Senin (4/9) menyaksikan penandatangan perjanjian partisipasi Merah Putih Fund (MPF). Melalui penandatanganan ini, lima Corporate Venture Capital (CVC) dari BUMN bersinergi menghimpun dana kelola awal untuk Merah Putih Fund (MPF) yang berfokus pada para soonicorns (soon to be unicorns) sebesar US$ 300 juta atau setara 4,3 triliun rupiah.
Lima CVC dari BUMN yang terdiri dari Mandiri Capital Indonesia, MDI Ventures dari Telkom Group, BRI Ventures, Telkomsel Mitra Inovasi (TMI), dan BNI Ventures menandatangani perjanjian partisipasi MPF. Hal ini merupakan langkah strategis dan bersejarah dalam mendukung perkembangan teknologi dan industri modal ventura di Indonesia.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri BUMN Rosan Perkasa Roeslani mengatakan bahwa acara ini bukan hanya tanda awal dari suatu langkah besar, namun juga perwujudan komitmen untuk membangun ekosistem digital yang lebih baik lagi. “Sebagai sebuah instrumen keuangan yang kuat, MPF akan memberi kita kemampuan untuk berinvestasi dalam sektor-sektor strategis yang dapat menggerakan pertumbuhan ekonomi, mendorong inovasi, dan menciptakan lapangan kerja yang berarti. Tujuan kita adalah mengelola dana ini dengan prinsip-prinsip keberlanjutan, integritas, dan tata Kelola yang kuat. Investasi yang cerdas dan strategisakan menjadi landasan dari setiap keputusan yang kita ambil,” ujarnya dilansir dari laman Kementerian BUMN.
Momentum bersejarah ini menurutnya juga meresmikan peranan Merah Putih Fund, sebagai daya dorong, bentuk komitmen dan upaya dalam memenuhi agenda nasional untuk mendorong pertumbuhan ekosistem teknologi dalam negeri dan meningkatkan posisi Indonesia dalam inovasi global. “MPF pun akan berperan dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia serta mendorong para startups soonicorns yang berpotensi menjadi unicorns untuk tumbuh dan berkontribusi bagi Indonesia,” tegasnya.
