Tegaskan Kripto Sebagai Aset, Wamendag Jerry Dorong Penggunaan Teknologi Rantai Blok


BSD,GPriority.co.id –Saat memberikan sambutan dalam Blockchain Ecosystem Conference yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Banten, Selasa (19/10), Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengungkapkan, teknologi blockchain (rantai blok) diharapkan dapat memberikan pengaruh yang luas dan intensif di berbagai sektor terutama perdagangan.

Sekedar informasi, teknologi blockchain (rantai blok) adalah mekanisme basis data lanjutan yang memungkinkan berbagi informasi secara transparan dalam jaringan bisnis. Teknologi ini merupakan bagian dari pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

Lantas apa hubungannya dengan aset krypto? Wamendag Jerry menjelaskan hingga saat ini aset kripto satu-satunya produk yang memanfaatkan teknologi rantai blok.

“Untuk itulah aset kripto harus diatur, dilembagakan, dan berada di bawah peraturan pemerintah. Di Indonesia, kripto diatur sebagai aset (cryptoassets) atau komoditas, bukan sebagai mata uang (cryptocurrency). Selain mengatur, pemerintah juga berkomitmen terus mensosialisaikan hal tersebut,” ujar Wamendag Jerry.

Wamendag mengatakan, kripto dan rantai blok akan memiliki pengaruh yang luas dan intensif di berbagai sektor. Sebab, aset kripto dapat mengubah pola regulasi ekonomi perdagangan lama yang didasarkan pada otoritas negara menjadi otoritas pasar dan komunitas.

Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) telah mengatur industri ini dengan sejumlah regulasi untuk menciptakan ekosistem perdagangan fisik aset kripto menjadi transparan, efisien, dan efektif dalam persaingan yang sehat.

“Bappebti terus berupaya memperkuat kebijakan dan regulasi terkait perdagangan aset kripto di Indonesia. Hal ini sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk mengutamakan perlindungan konsumen dan masyarakat,” jelas Wamendag Jerry.

Wamendag Jerry menjelaskan, Kementerian Perdagangan mendukung dan mendorong generasi muda untuk terjun dalam industri kripto dengan tetap mentaati regulasi pemerintah. Selain mengembangkan kreativitas, pengembangan aset kripto juga dapat berkontribusi mendorong ekspor nasional.

“Dari 383 token yang terdaftar di Bappebti, 10 di antaranya merupakan token lokal. Hal ini sebagai bukti konkret bahwa anak muda Indonesia mampu mengembangkan token sendiri,”kata Wamendag Jerry.

Menurut Wamendag Jerry, selama dua tahun terakhir, perkembangan perdagangan aset kripto di Indonesia cukup menarik. Pertumbuhan nilai transaksi dan jumlah pelanggan aset kripto di Indonesia sangat luar biasa. Pada 2021, total nilai transaksi aset kripto mencapai Rp. 859,4 triliun atau tumbuh 1.224 persen dibandingkan nilai transaksi pada 2020 sebesar Rp. 64,9 triliun.

Wamendag Jerry menuturkan, nilai transaksi pada Januari-September 2022 tercatat Rp. 266,9 triliun atau turun 57,8 persen dibandingkan periode yang sama pada 2021.

Adapun jumlah pelanggan terdaftar hingga September 2022 mencapai 16,3 juta pelanggan dengan rata-rata peningkatan jumlah pelanggan terdaftar sekitar 692 ribu setiap bulannya.

Harga aset kripto yang mengalami penurunan akhir-akhir ini tidak mengurangi minat masyarakat untuk berinvestasi pada instrumen ini. Menurut Wamendag Jerry, fenomena penurunan harga ini merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari mekanisme pasar di industri aset kripto.

“Selanjutnya, perkembangan nilai transaksi dan nasabah aset kripto perlu dikawal bersama agar perdagangan aset kripto di Indonesia tetap berada pada koridor yang benar,” tutup Wamendag Jerry. (Hs.Foto.Hs)