Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah mengimbau masyarakat Indonesia untuk mengurangi konsumsi beras guna mengurangi (menekan) kebutuhan impor beras.
Kebijakan ini dipimpin oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas), yang bertujuan untuk mengatasi tingginya jumlah sampah makanan di Indonesia.
Menurut Sarwo Edhy, Sekretaris Utama Bapanas, jika masyarakat melakukan penghematan konsumsi beras, maka produksi beras dalam negeri bisa memenuhi kebutuhan pangan negara.
Lebih lanjut Edhy menjelaskan, masyarakat Indonesia mengonsumsi beras sekitar 2,6 juta ton per bulan.
Dengan mengurangi sampah sebesar 20%, Indonesia dapat menghemat 6 juta ton beras, sehingga menghilangkan kebutuhan impor beras.
“”Kalau kita bisa hemat 20% kita bisa menghemat sekitar 6 juta ton, itu luar biasa bisa memberi makan kepada sekitar 60-80 juta jiwa,” ujar Edhy.
Foto : Ilustrasi / Freepik
