Jakarta, GPriority.co.id – Setelah dilantik pada Senin (8/9) lalu, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mulai menepati janjinya untuk berkomitmen memperbaiki perekonomian nasional.
Terbukti, pada perdagangan Kamis pagi (11/9) kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meroket, di tengah adanya komentar negatif terkait gaya Menkeu Purbaya yang dinilai ‘Koboi’.
“Mungkin pasar nggak tahu, saya orang pasar. Saya di pasar sejak tahun 2000, 15 tahun lebih. Jadi kalau ada penyesuaian, itu hal yang wajar. Dalam seminggu-dua minggu, IHSG pasti akan balik,” sebutnya saat diwawancarai wartawan beberapa waktu lalu.
Laporan menyebut, hingga pukul 10.22 WIB, IHSG tercatat berada di level 7.807,582 atau naik 1,41 persen. Kenaikan tersebut didorong oleh optimisme pasar terhadap komitmen Menkeu Purbaya yang ingin menjaga disiplin fiskal, pengendalian defisit, begitupun dengan pelonggaran likuiditas dari BI (Bank Indonesia), ke bank-bank BUMN.
Tercatat, volume perdagangan pun mencapai 12,21 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp7,08 triliun. Selain itu, sebanyak 440 saham pun menguat.
Menyoroti hal tersebut, analis menilai jika pasar mengapresiasi langkah-langkah awal Purbaya. Begitupun dengan rencananya yang ingin menarik Rp200 triliun dana pemerintah dari BI, guna memperkuat perekonomian nasional.
Di samping itu, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pekan depan juga turut berperan meningkatkan selera risiko investor global.
Kini, mengenyampingkan terkait reshuffle kabinet, pelaku pasar berfokus kembali pada fundamental markoekonomi yang solid. Ditambah lagi dengan adanya euforia penguatan saham bank BUMN yang juga ikut mendorong IHSG ke level tertinggi harian (7.819,098).
Sebelumnya, melalui rapat bersama Komisi XI DPR RI, Purbaya sempat mengkritik kesalahan kebijakan dari menteri terdahulu yang menyebabkan terjadi kekeringan likuiditas, serta melambatnya pertumbuhan ekonomi dalam rentang 2023-2024.
Ia pun memiliki solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan menarik sebagian dana pemerintah yang mengendap di Bank Indonesia senilai Rp200 triliun dari total Rp425 triliun untuk masuk ke dalam sistem perekonomian.
Langkah Purbaya mendapat lampu hijau dari Presiden Prabowo. Lewat kebijakan tersebut, ke depannya diharapkan dapat kembali menghidupkan roda perekonomian nasional.
