Jakarta, Gptiority.co.id – Timnas Futsal pria Indonesia bersiap mengikuti ajang Copa del Mundo Futsal 2026, kompetisi internasional futsal pria paling prestisius. Tiket ini didapat setelah Timnas Futsal menjuarai Kualifikasi AFC Zona Asia Tenggara dan runner up AFC Futsal Asian Cup 2026.
Copa del Mundo Futsal (FIFA Futsal World Cup) adalah kompetisi internasional futsal pria paling prestisius, diadakan FIFA setiap empat tahun sejak 1989. Brasil mendominasi dengan lima gelar (terakhir 2024 di Uzbekistan), diikuti Argentina (dua kali). Edisi 2026 ini spesial karena kembali ke Brasil, negara lahir futsal modern, dengan kapasitas penonton hingga 20.000 per pertandingan. Hadiah total US$10 juta, plus slot otomatis ke Piala Dunia Futsal 2030. Indonesia, yang terakhir tampil 2012 (babak 16 besar), siap ulangi keajaiban.
Copa del Mundo Futsal 2026 akan diikuti 24 tim dari enam konfederasi, dibagi menjadi enam grup. Dari AFC: Indonesia, Iran, Jepang, serta Uzbekistan (wildcard). UEFA menyumbang delapan tim seperti Spanyol (juara bertahan), Portugal, dan Brasil (tuan rumah otomatis lolos). CONMEBOL: Argentina, Brasil, dan Paraguay. Lainnya dari CONCACAF (Meksiko, AS), CAF (Maroko, Mesir), dan OFC (Selandia Baru). Pengundian grup dijadwalkan Juni 2026 di Rio de Janeiro.
Turnamen puncak dunia futsal ini berlangsung dari 7 hingga 13 Oktober 2026 di lima kota tuan rumah Brasil: Rio de Janeiro (stadion utama Maracanãzinho), São Paulo, Belo Horizonte, Recife, dan Brasília. Format: 24 tim main grup stage, 16 besar, perempat final, semifinal, hingga final di Rio.
Sebagai tim peringkat 14 dunia, ini adalah panggung pembuktian terbesar bagi anak asuh Hector Souto untuk menguji mental melawan raksasa-raksasa futsal sejagat raya.
Turnamen pemanasan berkelas dunia ini menjadi bagian dari misi krusial Asosiasi Futsal Indonesia (AFI) dalam mempersiapkan fondasi terbaik demi memburu tiket lolos ke Piala Dunia Futsal 2028.
AFI sendiri merupakan nama anyar dari Federasi Futsal Indonesia (FFI). Kongres FFI memutuskan perubahan nama organisasi menjadi AFI sebagai bagian dari langkah transformasi struktural dan penyesuaian dengan statuta PSSI dan standar internasional.
Keputusan berganti nama diambil untuk menyelaraskan kedudukan organisasi futsal dengan struktur PSSI dan regulasi FIFA, serta memperkuat ekosistem futsal nasional termasuk upaya meningkatkan profesionalisme, tata kelola, dan peluang Indonesia mengajukan diri sebagai tuan rumah event internasional futsal di masa depan.
Foto : AFI IG
