Tradisi Ekstrim Bikin Jantungan Ada di Indonesia

Indonesia kaya akan budaya dan tradisi yang melekat dan turun temurun di setiap daerahnya. Tak ada habisnya jika kita membahas tentang ragam kebudayaan di Indonesia.

Mulai dari yang unik, menarik, menyenangkan, dan bahkan ada juga tradisi menyeramkan di beberapa daerah di Indonesia yang hingga saat ini terus dijaga dan masih dilakukan. Berikut ini beberapa ritual-ritual seram dan bahkan ekstrim yang ada di Indonesia.

1. Tradisi Potong Jari di Papua

Tradisi potong jari atau Iki Palek merupakan tradisi dari tanah Papua tepatnya masyarakat Suku Dani di Lembah Baliem, Papua. Tradisi tersebut dilakukan ketika ada keluarga yang meninggal, karena masyarakat tersebut menganggap bahwa jari merupakan simbol dari harmoni dan persatuan dalam diri manusia atau sebuah keluarga. Potong jari menjadi lazim dikalangan perempuan untuk mengungkapkan kehilangan yang mendalam. Berbeda dengan perempuan, laki-laki di Suku Dani menunjukkan dukanya dengan memotong kulit di telinganya.

2. Tradisi Pasola di Sumba Barat

Pasola berasal dari kata sola atau hola yang merupakan kayu lembing. Pada ritualnya, Pasola merupakan upacara adat di Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur yang menampilkan pertarungan dua kelompok penunggang kuda, saling berhadapan dan kejar mengejar dengan senjata lembing kayu ke arah lawan. Darah yang menetes dari pertarungan dipercaya dapat menyuburkan ladang warga. Diselenggarakan setahun sekali saat musim tanam pada bulan Februari di Kecamatan Lamboya, dan bulan Maret di Kecamatan Wanokaka dan Lamboya Barat/Gaura.

3. Tatung Cap Go Meh di Singkawang

Tradisi tatung berasal dari Singkawang, Kalimantan Barat yang dilakukan menjelang perayaan Cap Go Meh. Tradisi tatung ini berawal dari kedatangan etnis Tionghoa ke Indonesia pada abad ke-4. Mayoritas dari mereka berasal dari suku Hakka atau Khek dari Tiongkok Selatan yang merantau ke Pulau Kalimatan (Borneo). Dalam Bahasa Hakka, tatung memiliki arti orang yang dimasuki roh leluhur yang dipanggil dengan mantra tertentu dan akan menusukkan benda-benda tajam ke tubuhnya, biasanya dengan besi, paku, kawat, pedang, pisau dan lain-lain. Orang yang berperan sebagai tatung juga tidak sembarangan, umumnya diwariskan secara turun temurun. Syaratnya juga harus berpuasa, tidak makan daging, dan tidak berhubungan badan dengan pasangannya. Tradisi tatung sangat unik, menyeramkan dan menjadi pawai terbesar di dunia sehingga mampu menarik minat para turis. (Dw.foto.dok.Kemendikbud)