Jakarta, GPriority.co.id – Tren fesyen denim pada 2026 diperkirakan mengalami pergeseran signifikan. Pakaian berbahan denim dengan potongan longgar dan santai diprediksi semakin diminati, seiring meningkatnya kebutuhan konsumen akan busana yang nyaman, fleksibel, dan adaptif untuk aktivitas sehari-hari.
Country Marketing Lead PT Levi Strauss Indonesia, Stiffen Andika, mengungkapkan bahwa temuan dalam Merchandise Report Indonesia 2025 menunjukkan perubahan preferensi konsumen Indonesia terhadap gaya berpakaian.
“Apa yang kami lihat dalam tren denim global 2026 juga mencerminkan pergeseran ini, menuju siluet longgar, gaya adaptif, dan denim yang mendukung cara orang benar-benar hidup, bukan sekadar bagaimana mereka ingin terlihat,” katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers perusahaan yang diterima Rabu (14/1).
Menurut Stiffen, konsumen kini mulai meninggalkan model denim berpotongan ketat seperti straight, slim, dan skinny jeans. Sebaliknya, potongan longgar dan lebar dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan mobilitas dan kenyamanan.
Pakaian denim dengan siluet santai diprediksi semakin digemari karena mudah dipadupadankan dan cocok digunakan dalam berbagai kesempatan, baik formal maupun kasual.
“Memasuki 2026, tren denim bergerak ke arah yang makin seru, yaitu merangkul potongan longgar, layering, dan keaslian. Ini adalah evolusi alami yang selaras dengan cara orang Indonesia berpakaian di berbagai kesempatan dan musim,” ia menambahkan.
Laporan tersebut juga mencatat meningkatnya minat konsumen terhadap busana denim yang praktis, tahan lama, dan minim perawatan. Pakaian yang dapat digunakan lintas situasi serta tetap relevan dengan perkembangan tren fesyen menjadi pertimbangan utama.
Dari sisi segmentasi, konsumen perempuan cenderung memilih denim dengan siluet modern namun tetap pantas, sementara konsumen pria masih menyukai desain klasik yang mengedepankan fungsi dan nilai guna.
Selain potongan longgar, Stiffen menyebut estetika lived-in dan tampilan denim pudar diperkirakan menjadi salah satu tren menonjol sepanjang 2026. Gaya berpakaian berlapis (layering) juga dinilai masih relevan, dengan denim menjadi elemen utama.
Tampilan denim-on-denim, baik dengan warna senada (matched washes) maupun perpaduan tekstur, disebut sebagai pilihan gaya yang akan banyak digunakan pada musim mendatang.
Merchandise Report Indonesia 2025 juga menyoroti kuatnya pengaruh budaya pop Korea Selatan terhadap tren denim di Indonesia. Figur publik dan bintang K-pop menjadi salah satu referensi utama konsumen dalam menentukan gaya berpakaian, termasuk dalam pemilihan busana denim.
