Jakarta, GPriority.co.id – Mini konser Afgan Syahreza di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada Kamis (14/5) sore mendadak berubah tegang setelah seorang perempuan membuat kegaduhan di tengah kerumunan penonton. Aksi nekat tersebut langsung menyita perhatian publik usai videonya viral di media sosial.
Perempuan yang diduga merupakan penggemar fanatik itu terlihat membawa speaker portable dan mikrofon pribadi saat Afgan tengah tampil membawakan lagu di area Rama Atrium, East Mall Grand Indonesia.
Bukannya menikmati konser, perempuan tersebut justru terus meneriakkan nama Afgan menggunakan pengeras suara hingga mengganggu jalannya acara.
Situasi semakin memanas ketika petugas keamanan mencoba menenangkan dan mengevakuasi perempuan tersebut dari area balkon pusat perbelanjaan.
Dalam sejumlah video yang beredar, perempuan itu tampak emosional dan sempat memberontak saat diamankan oleh security. Penonton yang berada di lantai bawah pun terlihat panik karena khawatir tindakan wanita tersebut membahayakan pengunjung lain.
Akibat insiden tersebut, mini konser Afgan sempat dihentikan sementara demi menjaga keselamatan penonton dan memastikan situasi kembali kondusif.
Beberapa saksi mata menyebut perempuan itu bahkan sempat menunjukkan gelagat ingin melempar speaker ke bawah, sehingga petugas bergerak cepat untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi.
Video kericuhan itu langsung ramai dibahas warganet di berbagai platform media sosial. Banyak netizen menilai aksi tersebut sudah melewati batas karena membahayakan keselamatan orang lain serta mengganggu jalannya acara hiburan publik.
Sebagian warganet juga mempertanyakan sistem keamanan mal yang dinilai kecolongan hingga perangkat speaker dan mikrofon bisa dibawa masuk ke area konser.
Meski sempat terganggu, konser akhirnya kembali dilanjutkan setelah situasi berhasil dikendalikan petugas keamanan. Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara maupun manajemen Afgan terkait identitas perempuan tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi penonton konser untuk tetap menjaga ketertiban dan mematuhi aturan keamanan selama acara berlangsung.
Antusiasme terhadap idolanya seharusnya tidak berubah menjadi tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
