New York, GPriority.co.id – Ketegangan politik di Amerika Serikat kembali memanas setelah Presiden Donald Trump melontarkan kritik keras terhadap Wali Kota New York, Zohran Mamdani, terkait rencana pajak baru yang menyasar kalangan superkaya.
Menurut laporan NBC New York, kritik tersebut muncul setelah pemerintah negara bagian New York bersama Mamdani mendorong kebijakan “pied-à-terre tax”, yaitu pajak tambahan untuk rumah mewah bernilai lebih dari 5 juta dolar AS yang tidak dijadikan tempat tinggal utama. Kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan pendapatan daerah dan menutup defisit anggaran kota.
Rencana pajak “pied-à-terre” sendiri diperkirakan mampu menghasilkan hingga 500 juta dolar AS per tahun, yang akan digunakan untuk mendanai berbagai program publik.
Namun, efektivitas dan dampak jangka panjangnya masih menjadi perdebatan hangat di kalangan politisi dan ekonom, sebagaimana dilansir dari laporan The Washington Post.
Dalam unggahannya di Truth Social, Trump secara terang-terangan menyerang kebijakan tersebut. Ia menuduh Mamdani telah merusak kondisi kota New York dengan pendekatan pajak agresif. Trump menyebut kebijakan itu akan membuat warga kaya meninggalkan kota dan memperburuk situasi ekonomi.
“Dia mengusir orang-orang dan menyebabkan banyak kerugian bagi semua orang, maksud saya, pajak semua orang melonjak tinggi,” ujar Trump yang menunjukkan kekhawatiran bahwa kebijakan pajak tersebut tidak hanya berdampak pada kalangan elite, tetapi juga masyarakat luas.
Tak hanya itu, Trump juga menilai meskipun hubungan personal mereka cukup baik, kebijakan Mamdani tetap tidak bisa diterima.
“Maksud saya, dia orang yang baik… tapi kebijakannya tidak bagus,” ungkapnya.
Sementara itu, Mamdani tetap membela kebijakan yang ia dorong bersama Gubernur New York. Ia menegaskan bahwa pajak tersebut justru mendapat dukungan besar dari masyarakat.
Menurutnya, sekitar 93% warga mendukung rencana pajak tersebut karena dinilai adil dan menyasar kelompok berpenghasilan tinggi.
Mamdani juga menjelaskan bahwa dana dari pajak ini akan digunakan untuk kepentingan publik, seperti layanan pengasuhan anak, perumahan, dan akses terhadap berbagai kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami selangkah lebih dekat untuk menyeimbangkan anggaran dengan mengenakan pajak kepada kalangan superkaya dan elite global melalui pajak pied-à-terre,” tegasnya.
Laporan People menyebut, secara konteks Mamdani memang dikenal sebagai politisi dengan pendekatan ekonomi progresif. Ia mendorong kebijakan pajak terhadap orang kaya sebagai solusi untuk menutup defisit anggaran kota yang mencapai miliaran dolar.
Namun, kebijakan ini tidak lepas dari kontroversi. Sejumlah tokoh bisnis dan pengamat ekonomi memperingatkan bahwa pajak terhadap properti mewah bisa berdampak negatif terhadap iklim investasi di New York.
Bahkan, beberapa pihak menyebut kebijakan ini berpotensi memicu “eksodus” orang kaya ke negara bagian lain yang lebih ramah pajak.
Trump sendiri termasuk salah satu kritikus paling vokal. Ia menyebut kebijakan tersebut sebagai langkah yang berbahaya dan bisa “menghancurkan New York.”
Di sisi lain, dinamika hubungan antara Trump dan Mamdani terbilang unik. Sebelumnya, keduanya sempat menunjukkan hubungan yang relatif hangat dan bahkan pernah bekerja sama dalam beberapa isu. Namun, perbedaan ideologi, terutama terkait kebijakan ekonomi, kini menjadi sumber konflik terbuka.
