Warner Bros Diakuisisi Netflix, Nilainya Capai Rp1.380 Triliun!

Warner Bros Diakuisisi Netflix, Nilainya Capai Rp1.380 Triliun!/Foto : Dok. The Straits Times Warner Bros Diakuisisi Netflix, Nilainya Capai Rp1.380 Triliun!/Foto : Dok. The Straits Times

Jakarta, GPriority.co.id – Netflix resmi mengakuisisi Warner Bros per Jumat (5/12) lalu. Kabar tersebut diumumkan oleh Discovery.

Sebagaimana dilansir dari NY Post pada Senin (8/12), kesepakatan tersebut meliputi studio film & televisi Warner Bros, layanan streaming & premium seperti HBO Max/HBO, serta berbagai macam koleksi konten mulai dari film, serial, hingga IP waralaba besar milik Warner Bros.

Netflix pun dikabarkan mengakuisisi aset-aset Warner Bros dengan nilai mencapai USD82,7 miliar, atau setara dengan Rp1.380 triliun. Berbagai aset ikonik milik Warner Bros juga resmi menjadi bagian dari katalog konten Netlix. Diantaranya seperti universe komik & superhero dari DC Comics/DC Studios seperti Batman, Superman, dan lain-lainnya.

Selain itu, berbagai franchise populer seperti Harry Potter dan serial-film serta katalog besar dari HBO/Warner Bros yang mencakup film & serial klasik maupun modern, juga resmi dimiliki Netflix.

Begitupun dengan waralaba, serial, serta film-film produksi lainnya dari Warner Bros seperti ‘The Big Bang Theory’, ‘Friends’, ‘The Sopranos’, ‘Game of Thrones’, ‘The Wizard of OZ’, hingga DC Universe, juga akan bergabung dalam katalog  Netflix ke depannya.

Setelah Warner Bros diakuisisi Netlix, katalog konten platform streaming film tersebut akan semakin bertambah. Kabarnya, Netflix juga akan menaikkan harga langganannya. Kendati demikian, sejauh ini belum ada perubahan tarif layanan Netlix di Indonesia.

Perjalanan Netflix Hingga Jadi Platform Streaming Film Global

Sebagai informasi, awalnya Netflix merupakan layanan penyewaan DVD yang dikirim melalui pos. Layanan ini awalnya didirikan pada tahun 1997 oleh Reed Hastings dan Marc Randolph di California.

Hastings dan Randolph awalnya ingin membuat layanan penyewaan DVD dengan model berlangganan tanpa adanya denda keterlambatan. Sehingga, pelanggannya tidak perlu khawatir terkait batas waktu penyewaan DVD.

Setelah bisnisnya semakin berkembang, pada tahun 2000-an Netflix kemudian mengembangkan teknologi streaming. Sejak saat itu, kebiasaan orang untuk menonton film dan serial pun mulai berubah. Dengan inovasi tersebut, dominasi TV kabel dan rental DVD fisik pun mulai terkalahkan.

Perkembangan Netflix pun semakin cepat, hingga 2013 mereka mulai memproduksi konten-konten orisinal, salah satunya ‘House of Cards‘. Bukan sekadar penyedia distribusi, Netflix kemudian juga menjadi studio hiburan dengan level global. Hingga kini, Netflix pun telah memiliki jutaan pelanggan di berbagai negara.