Jakarta, GPriority.co.id – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana membatasi penyelenggaraan event lari di Jakarta. Ia melihat, saat ini banyak perusahaan yang mengajukan permohonan untuk menggelar event tersebut.
“Semua perusahaan-perusahaan besar meminta privilege untuk bisa mengadakan acara tersebut di Jakarta. Tetapi untuk sementara ini kami membatasi,” ujar Pramono dikutip dari ANTARA.
Ia menyebut, kebijakan pembatasan ini dilakukan agar event tahunan berskala besar seperti Jakarta Running Festival atau Jakarta International Marathon, dapat tetap dikelola dengan baik demi menjaga kualitasnya.
Wacana tersebut pun mendapat komentar dari Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta.
Menurut Andri Yansyah, Kepala Dispora DKI Jakarta, pembatasan yang dimaksud bukanlah pelarangan terhadap lomba lari atau maraton. Pembatasan yang diwacanakan Pramono hanya terkait pemberian izin untuk sterilisasi jalur dengan meniadakan kegiatan reguler seperti CFD/HBKB.
Ia menekankan, hanya event tertentu saja yang mendapatkan izin khusus tersebut. Diantaranya seperti Jakarta International Marathon serta Jakarta Running Festival. Hal ini dikarenakan kedua event tersebut butuh sterilisasi jalur untuk memenuhi standar penyelenggaraan dengan label internasional.
“Namun privilege tersebut tidak otomatis diberikan kepada event lain, kecuali mereka memenuhi standar serupa, termasuk kualitas penyelenggaraan dan jumlah peserta yang sangat besar,” jelasnya.
Sehingga, Andri Yansyah menegaskan, penyelenggaraan event lari di Jakarta tetap diperbolehkan selama memenuhi syarat yang berlaku. Salah satunya terkait rekomendasi dari pengelola terkait.
