Waspada, Indonesia Darurat Prostitusi Online Anak di Bawah Umur

Jakarta,Gpriority-Di tengah pandemi Covid-19, bisnis esek-esek atau lebih dikenal dengan prostitusi tetap berjalan. Hebatnya lagi para pelaku prostitusi pada saat ini tengah gencar menggunakan kecanggihan teknologi seperti media sosial untuk menarik konsumennya.

“ Celakanya berdasarkan data yang kami terima dari Kementerian Komunikasi dan Informatika yang menjadi pelakunya adalah anak di bawah umur ,” ucap Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian PPPA, Nahar dalam sebuah talkshow yang disiarkan salah satu radio swasta, Kamis (6/5/2021).

Berdasar data tersebut, secara keseluruhan jumlah anak yang terlibat eksploitasi sebanyak 351 anak dan sebanyak 357 anak terlibat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) sepanjang tahun 2019-2021. Dan berdasarkan data yang diakses tanggal 23 Maret 2021, hampir rata-rata pelaku prostitusi online di bawah umur berada di seluruh Indonesia.

Menurut Komisioner KPAI Sub Komisi Perlindungan Khusus Anak Ai Maryati Solihah, yang membuat anak-anak di bawah umur menekuni bisnis prostitusi online adalah keinginan mereka untuk mendapatkan uang secara mudah. “ Berdasarkan ilmu psikologi, anak-anak dibawah umur cenderung ingin bergaya dan mengikuti trend yang tengah terjadi. Untuk itulah mereka akan melakukan segala cara untuk mendapatkan uang, salah satunya dengan melakukan prostitusi online,” jelasnya.

Dalam menjalankan tugasnya, anak-anak tersebut ada yang dibantu oleh mucikari ada juga yang tidak. Hal ini bisa terlihat dari pengakuan Pekerja seks komersial (PSK) anak di bawah umur yang tertangkap di Hotel Melati Ciledug dan juga Bogor.

Untuk mencegah perbuatan tersebut tidak semakin merajalela, Ai Maryati meminta kepada seluruh pihak terutama pelaku bisnis hotel melati dan juga apartemen, agar tidak menerima tamu yang akan melakukan perbuatan asusila. Ai juga meminta kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk menindak dengan tegas hotel kelas melati yang masih mau menerima perbuatan asusila di tempatnya.

KPAI seperti dituturkan Ai juga telah meminta kepada pemerintah untuk menghukum berat pelaku prostitusi. Dengan adanya hukuman tersebut, KPAI berharap anak di bawah umur tidak akan mau lagi menjadi PSK.(Hs)

Related posts