Jakarta, GPriority.co.id – Grup musik Wijaya 80 menggandeng Sal Priadi dalam single terbaru bertajuk “Bulan Bintang, Garis Menyilang” di momen Lebaran 2026.
Lagu ini menjadi curahan hati tentang merayakan perbedaan, khususnya dalam suasana hari kemenangan.
Single tersebut ditulis bersama oleh personel Wijaya 80 yakni Ardhito Pramono, Erikson Jayanto, dan Hezky Joe, bersama Sal Priadi. Inspirasi lagu ini berasal dari kisah personal salah satu anggota grup.
“Sal sangat tersentuh sama lagu ini. Dia sangat ngejar lagu ini untuk dijadikan proyek kolaborasi kita,” ujar Erikson Jayanto yang merupakan anggota Wijaya 80 dan berperan sebagai produser dalam lagu ini dikutip dari keterangannya, Jumat.
Lebih lanjut ia mengatakan, “Entah kenapa, untuk lagu satu ini, Sal tidak mau melewatkannya dan kami sepakat.”
Tak sekadar mengangkat kisah cinta biasa, lagu ini juga menyentuh tema perbedaan yang kerap hadir dalam kehidupan. Ardhito Pramono menilai isu tersebut masih relevan dan belum pernah benar-benar selesai dibahas.
“Dari masa ke masa, kayaknya kita dari dulu selalu bertemu dengan persoalan ini,” ungkap Ardhito. “Lucunya, kita semua nggak bisa ngapa-ngapain selain menerima.”
Secara musikal, lagu ini memadukan nuansa pop klasik khas Wijaya 80 dengan lirik puitik kontemporer ala Sal Priadi. Perpaduan tersebut menghadirkan pesan bahwa cinta yang kerap dipisahkan oleh perbedaan diharapkan tetap dapat menemukan titik temu.
Menurut Hezky Joe, pemilihan waktu rilis saat Lebaran bukan tanpa alasan. Lagu ini diharapkan bisa menjadi teman bagi banyak orang yang tengah merayakan kasih sayang di tengah perbedaan.
“Kayaknya akan banyak yang relate, di kala ada orang yang saling mencinta, tapi harus merayakan kasih Tuhan di dua hari raya yang berbeda,” jelasnya.
Sal Priadi menambahkan bahwa lagu ini awalnya disiapkan untuk momen Natal, namun akhirnya diputuskan rilis lebih cepat menjelang Idulfitri karena dinilai lebih relevan dengan kondisi saat ini.
“Kita tahu bahwa hari raya selalu jadi momen pertemuan sepasang kekasih dengan keluarga besar. Maka lagu ini diciptakan juga untuk jadi pengantar, jadi teman, bagi pasangan berbeda latar dalam merayakan hari penuh kasih Tuhan ini,” lanjut Sal.
Ia berharap karya ini dapat diterima luas oleh masyarakat, sekaligus menjadi refleksi bahwa perbedaan, termasuk dalam keyakinan, tidak seharusnya menjadi penghalang dalam cinta.
Single “Bulan Bintang, Garis Menyilang” kini sudah dapat dinikmati di berbagai platform pemutar musik digital di Indonesia dan menjadi salah satu rilisan yang mencuri perhatian di momen Lebaran tahun ini.
