Jakarta, GPriority.co.id – Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati telah menyerahkan 10 jenazah korban kecelakaan kereta api yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL CommuterLine di Stasiun Bekasi Timur kepada pihak keluarga.
Proses penyerahan dilakukan pada Selasa (28/4) setelah seluruh tahapan identifikasi rampung dilakukan oleh tim forensik.
Berdasarkan pantauan GPriority di RS Polri Kramat Jati, Rabu (29/4), aktivitas rumah sakit telah kembali berjalan normal, termasuk di Ruang Instalasi Kedokteran Forensik yang sebelumnya menjadi pusat penanganan korban kecelakaan.
Sebelumnya, RS Polri berhasil mengidentifikasi sepuluh kantong jenazah korban kecelakaan yang terjadi pada Senin (27/4) malam tersebut.
Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Kramat Jati Brigjen Prima Heru Yulihartono menyampaikan bahwa proses identifikasi dilakukan melalui sidang rekonsiliasi.
“Pada pukul 14.00 WIB telah dilaksanakan sidang rekonsiliasi untuk menentukan identitas korban, dan memutuskan 10 jenazah telah berhasil teridentifikasi” kata Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Kramat Jati Brigjen Prima Heru Yulihartono dikutip Antara.
Proses identifikasi melibatkan berbagai unsur, mulai dari tim Disaster Victim Identification (DVI), Biro Kedokteran Polisi (Birodokpol), Pusdokkes Polri, Biddokkes Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, hingga Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.
“Kami bersama telah menyelesaikan seluruh pemeriksaan terhadap 10 kantong jenazah yang dikirim penyidik dari tempat kejadian perkara (TKP),” ujar Prima.
Karodokpol Pusdokkes Polri Nyoman Eddy Purnama Wirawan menjelaskan metode identifikasi yang digunakan dalam proses tersebut.
“Teridentifikasi melalui data primer yaitu sidik jari dan data sekunder yaitu tanda medis dan properti atau benda kepemilikan,” kata Nyoman.
Adapun sepuluh korban yang telah teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga adalah:
• Tutik Anitasari (31), warga Cikarang Barat, Bekasi
• Harum Anjasari (27), warga Cipayung, Jakarta Timur
• Nur Alimantun Citra Lestari (19), warga Pasar Jambi
• Farida Utami (50), warga Cibitung, Bekasi
• Vica Acnia Pratiwi (23), warga Cikarang Barat
• Ida Nuraida (48), warga Cibitung, Bekasi
• Gita Septia Wardany (20), warga Cibitung, Bekasi
• Fatmawati Rahmayani (29), warga Bekasi Selatan, Kota Bekasi
• Arinjani Novita Sari (25), warga Tambun Selatan, Bekasi
• Nur Ainia Eka Rahmadhyna (32), warga Tambun Selatan, Bekasi
Sementara itu, pihak kepolisian mencatat total korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut mencapai 15 orang.
Insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur ini menjadi sorotan publik karena melibatkan moda transportasi dengan mobilitas tinggi di kawasan Jabodetabek, sekaligus menegaskan pentingnya peningkatan sistem keselamatan transportasi massal di Indonesia.
