300 Ribu Warga Serbia Demo Massal, Kritik Pemerintahan yang Diduga Korupsi

300 Ribu Warga Serbia Demo Massal, Kritik Pemerintahan yang Diduga Korupsi 300 Ribu Warga Serbia Demo Massal, Kritik Pemerintahan yang Diduga Korupsi

Jakarta, GPriority.co.id – Sebanyak 300 ribu warga Serbia melakukan demo massal. Mereka mengkritik pemerintahan yang terbukti melakukan korupsi di negaranya. Dilaporkan ratusan ribu warga Serbia turun ke jalan di Beograd untuk memprotes kematian 15 orang akibat runtuhnya atap Stasiun Novi Sad.

Pemerintah setempat memperkirakan jumlah demonstran mencapai 107.000 orang. Namun menurut pemantau independen menyebutkan angkanya mencapai hingga 325.000.

Adapun demo massal ini menjadi demonstrasi terbesar dalam sejarah negara tersebut. Aksi ini merupakan puncak dari empat bulan protes yang dipimpin mahasiswa. Mereka menantang pemerintahan Presiden Aleksandar Vucic.

Para demonstran menuding adanya tindakan korupsi dan praktik curang sebagai penyebab insiden tersebut. Hingga akhirnya publik pun merasa dibohongi dan memicu kemarahan publik terhadap pemerintah.

Pemerintah Serbia Dianggap Tidak Transparan

Sebagai informasi, para mahasiswa di Serbia menuntut transparansi penuh terkait proyek renovasi stasiun yang baru dibuka kembali pada 2022 lalu. Diantaranya juga termasuk publikasi semua dokumen terkait.

Mereka turut mendesak pertanggungjawaban hukum bagi pihak-pihak yang terlibat. Sementara hingga saat ini jaksa telah mendakwa 16 orang, termasuk mantan menteri konstruksi Goran Vesic, walaupun kasusnya belum disidangkan.

Laporan terbaru mengatakan jika para demonstran tersebut bersikeras melanjutkan aksi protes sampai tuntutan mereka dipenuhi oleh pemerintah. Dilansir dari beragam media Serbia, dilaporkan sebanyak 22 orang telah ditangkap dan 56 lainnya mengalami luka dalam aksi demo massal ini.

Editor: Novita Intan

Foto : Al Jazeera