4 Cara Mengencangkan Otot Vagina Pascamenopause

Ilustrasi wanita pascamenopause/Foto : Dok. iStock Ilustrasi wanita pascamenopause/Foto : Dok. iStock

Jakarta, GPriority.co.id – Seiring bertambahnya usia, produksi estrogen bagi wanita semakin menurun. Terutama sebelum, selama, dan pascamenopause.

Selain itu, pascamenopause otot vagina juga tak sekencang saat sebelum menopause. Rendahnya hormon estrogen juga menyebabkan aliran darah ke vulva dan jaringan vagina berkurang.

Menurut Dr. Sherry Ross, penulis dan dokter spesialis kandungan dan ginekologi bersertifikat, hal ini menyebabkan terjadinya kekeringan, penyusutan lubang vagina, hingga berkurangnya pelumas alami yang menimbulkan rasa sakit, gatal, iritasi, hingga rasa seperti terbakar dan penetrasi seksual yang menyakitkan.

Konsekuensi dari kolapsnya dinding vagina bisa sangat mengerikan, sehingga bukan hanya mengakibatkan terganggunya keintiman tetapi juga meningkatkan kasus infeksi saluran kemih pada wanita.

Dilansir dari laporan NY Post pada Sabtu (24/8), cara pertama untuk mengencangkan otot vagina pascamenopause ialah dengan melakukan hubungan seksual.

“Orgasme pada wanita memperkuat otot dasar panggul melalui kontraksi ritmis, yang membantu mengurangi inkontinensia urin,” ujarnya.

Selanjutnya, dengan melakukan terapi laser untuk mengencangkan vagina.
Terapi ini menggabungkan panas termal, getaran, dan cahaya dari LED merah dan inframerah, guna membangun kembali kolagen dan elastin. Selain itu juga mengencangkan dan membentuk jaringan vagina. Menurut para ahli, manfaat dari terapi tersebut dapat dirasakan hanya dalam waktu dua minggu.

Ketiga, konsumsi obat suppositoria.
Estrogen vagina dalam bentuk krim atau suppositoria, dapat meredakan kekeringan vagina dan mendukung warna serta tekstur vagina. Suppositoria juga dapat mencegah ISK (infeksi Saluran Kemih). Menurut Kenny, perawatan ini ideal bagi wanita yang telah disarankana untuk menghindari HRT.

“Ada alasan mengapa wanita lanjut usia yang sebenarnya tidak aktif secara seksual mengalami semua ISK ini, yaitu karena mereka kehilangan integritas dinding vagina, dan dengan estrogen, Anda mengembalikannya,” jelasnya.

Keempat, konsumsi suplemen spermidin.
Sesuai dengan namanya, spermidin ditemukan secara alami dalam sperma dan juga ASI. Senyawa ini disebut memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, termasuk peningkatan kesehatan otak, kekebalan tubuh, ketahanan kardiovaskular, mengubah penampilan secara keseluruhan, serta peremajaan vagina.

Terlebih, seiring bertambahnya usia wanita, jaringan vagina mulai menipis dan menyebar. Sperdmidin memiliki manfaat yang berperan besar dalam mengaktifkan pembaruan sel.

Bagi wanita yang melakukan hubungan seksual tanpa kondom, dapat menyerap spermidin dari pasangannya. Selain itu, jika tidak melakukan hubungan seksual teratur, mengonsumsi suplemen spermidin dapat menjadi solusinya.