5 Cara Menjaga Penglihatan Seiring Bertambahnya Usia

Ilustrasi penglihatan orang lanjut usia (lansia)/Foto : Dok. Freepik Ilustrasi penglihatan orang lanjut usia (lansia)/Foto : Dok. Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Seiring bertambahnya usia, penglihatan alami akan menurun dan membuat risiko penyakit mata meningkat.

Dilansir dari laporan NY Post, kondisi ini merupakan degenerasi makula terkait usia (AMD), yaitu suatu kondisi yang biasanya terjadi pada pasien berusia di atas 50 tahun.

AMD merupakan salah satu penyebab utama kehilangan penglihatan di kalangan orang dewasa di atas 60 tahun, dan telah berdampak pada jutaan warga Amerika, menurut laporan American Macular Degeneration Foundation.

Kondisi ini menurunkan kemampuan untuk membaca, mengemudi, dan mengenali wajah. AMD tidak dapat disembuhkan, sehingga para ahli menganjurkan deteksi dini dan pencegahan.

Pada stadium AMD yang lebih lanjut, pasien mungkin akan melihat garis lurus bergelombang, bintik-bintik gelap dalam penglihatan mereka, atau penglihatan sentral yang kabur, menurut dokter mata Dr. Vaidehi Dedania di NYU Langone Health.

Kehilangan penglihatan bisa sangat menyulitkan bagi para lansia, karena gangguan penglihatan dapat menyebabkan lebih banyak jatuh, penurunan mobilitas, dan hilangnya kemandirian, kata dokter tersebut kepada Fox News Digital.

“Kita sedang bergerak menuju dunia di mana kita tidak hanya bereaksi terhadap kehilangan penglihatan — kita dapat mencegahnya dan mengambil langkah-langkah untuk menunda apa yang dulunya tak terhindarkan bagi banyak pasien,” kata Dedania.

Meskipun faktor risiko utama degenerasi makula terkait usia adalah genetika dan penuaan, pakar tersebut membagikan lima perubahan gaya hidup berikut yang dapat mengurangi risiko dan keparahan penyakit tersebut.

1. Berhenti merokok!

Merokok merupakan faktor risiko utama AMD dan dapat secara signifikan memengaruhi risiko kehilangan penglihatan, menurut Dedania.

“Stres oksidatif akibat merokok benar-benar dapat memengaruhi sel-sel retina, dan inilah yang meningkatkan risiko kerusakan makula,” katanya kepada Fox News Digital. Kebiasaan ini juga dapat mempercepat perkembangan AMD dan mengurangi efektivitas pengobatan.

2. Mengonsumsi nutrisi yang tepat

Mengonsumsi makanan sehat dapat memengaruhi perkembangan penyakit apa pun, termasuk AMD. Menurut sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh para peneliti di Universitas California, Davis, pola makan tinggi makanan olahan, gula, dan lemak dikaitkan dengan degenerasi makula karena ketidakseimbangan mikrobioma usus.

Ia menyarankan untuk menambahkan lebih banyak sayuran hijau dan menjaga pola makan seimbang untuk mendukung mikrobioma usus yang sehat. Secara khusus, ia juga sangat menganjurkan diet Mediterania .

3. Konsumsi suplemen

Suplemen tertentu dapat menurunkan risiko AMD. Secara khusus, AREDS2 adalah kombinasi spesifik vitamin dan mineral yang digunakan dalam Studi Penyakit Mata Terkait Usia 2.

Dalam uji klinis, formula AREDS2 terbukti membantu memperlambat perkembangan AMD pada orang dengan stadium menengah atau lanjut penyakit tersebut, menurut National Eye Institute.

4. Berolahraga secara teratur

Berolahraga secara teratur juga menjadi pilar inti kesehatan yang membantu memperlambat perkembangan penyakit.

“Kita tahu bahwa olahraga juga mengurangi stres oksidatif, dan ini adalah hal-hal yang ingin kita lakukan demi kesejahteraan secara keseluruhan, tetapi ada penelitian yang menunjukkan bahwa olahraga juga bermanfaat bagi pasien dengan degenerasi makula dalam hal risiko penyakit stadium lanjut,” ungkap Dedania.

5. Lakukan pemeriksaan mata secara teratur

Memeriksakan mata ke dokter mata secara rutin dapat menjadi kunci untuk mendeteksi masalah sebelum terlambat.

Pada AMD, pasien biasanya tidak menunjukkan gejala hingga mencapai stadium menengah atau lanjut dari penyakit tersebut.

Dedania menegaskan kembali bahwa penyakit ini jarang ditemukan pada pasien di bawah usia 50 tahun, dan gejalanya seringkali tidak terdeteksi pada pasien di atas usia 60 tahun.

“Penting bagi pasien berusia 50 tahun ke atas untuk menjalani pemeriksaan mata umum dan datang dengan pengetahuan tentang apakah mereka memiliki anggota keluarga yang menderita degenerasi makula,” sarannya.