Penulis : Hanafi | Editor : Haris | Sumber Foto: Istimewa
Jakarta,GPriority.co.id – Beberapa waktu lalu jagat sosial media sempat ramai tentang serial dokumenter “In the Name of God: A Holy Betrayal” yang tayang di Netflix dan MBC.
Serial dokumenter tersebut membahas tentang kelompok sekte sesat yang pernah ada di Korea Selatan dan menimbulkan kontroversi hingga saat ini.
Dari delapan episode tersebut, terdapat empat sekte sesat yang dibahas. Salah satunya adalah sekte keagamaan JMS.
Sekte JMS masih aktif hingga saat ini dan diketahui turut ‘mengganggu’ proses perekaman tayangan dokumenter ini dengan teror yang dilakukan terhadap kru produksi dan saksi/korban. Berikut lima fakta sekte sesat JMS:
1. Bisa meramal masa depan
Jeong Myeong-seok (JMS) mulai menyebarkan sekte keagamaannya pada awal tahun 1980 dengan mendirikan sebuah gerakan keagamaan yang bernama The Providence.
Beberapa pengikutnya mengklaim bahwa JMS mampu meramalkan hal-hal yang terjadi kepada dunia maupun jemaatnya seperti pemilu Presiden Korea kala itu.
2. Mengklaim sebagai reinkarnasi Yesus
Berdasarkan serial dokumenter tersebut, JMS mengklaim dirinya sebagai penyelamat umat atau Messiah kala itu. Ia juga mengatakan dirinya sebagai reinkarnasi Yesus.
Saat itu, Korea sedang dalam periode sulit karena keterpurukan ekonomi. Banyak orang merasa depresi akhirnya membuat penyebaran sekte sesat menjadi lebih mudah.
3. Sekte keagamaan hanya kedok nafsu seksualitasnya
Berdasarkan penuturan beberapa korban sekte sesat JMS, mereka mengaku telah dimanipulasi dan dijadikan objek seksual sang pendeta dengan mengatasnamakan Tuhan.
Korban yang kebanyakan adalah anak dibawah umur dan mahasiswi Korea, diduga direkrut berdasarkan kriteria JMS seperti rambut panjang dan tinggi lebih dari 170 cm.
4. JMS pernah dipenjara
JMS sempat dipenjara selama 10 tahun karena kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap empat wanita pengikutnya pada tahun 2009.
Dalam ajarannya, JMS mengaku bahwa hubungan seksual dianggap sebagai pengampunan dosa. Korban juga ditakut-takuti jika menolak kehendaknya akan masuk neraka.
5. Sekte JMS masih aktif hingga sekarang
Hingga saat ini JMS diketahui masih hidup setelah bebas dari penjara pada tahun 2018. Ia keluar dengan pembebasan bersyarat dan menggunakan gelang kaki elektronik.
Sekte sesat JMS diketahui masih aktif hingga sekarang dan ia bersama para pengikutnya melakukan kegiatan secara diam-diam.
