5 Fakta Tentang Ayam Jago, Si Tegap yang Dapat Berdiri 90 Derajat

Jakarta, GPriority.co.id – Ayam Jago atau biasa disebut ayam Bangkok, merupakan ayam asli Thailand yang sudah banyak berkembang biak di Indonesia. Ayam ini memiliki karakteristik tubuh tegap dan dapat berdiri hingga 90 derajat.

Karena bisa berdiri dengan tegap, ayam jago dikenal sebagai ayam yang kuat dengan postur dada yang maju ke depan. Ayam ini dikenal juga lihai bertarung, sehingga sering diikutsertakan dalam lomba sabung ayam.

Berikut ini 5 fakta tentang ayam jago yang telah dirangkum oleh tim GPriority.

  1. Setiap kali bertelur, besar kemungkinan telur pertama ayam jago mempunyai 2 kuning di dalamnya. Bahkan hampir 100% terjadi. Telur 2 kuning ini jika menetas, kemungkinan besar adalah kembar siam, anak ayam ini tidak bisa hidup. Ukuran telur ini juga lebih besar dari telur lainnya.
  2. Telur ayam menetas 21 hari setelah induk ayam mengeram. Sedangkan induk ayam mengeram setelah telur terakhir keluar dan setelah dirasa kandangnya sudah dalam kondisi aman. Jika si induk ayam ketakutan, telurnya bisa ditinggal begitu saja.

Jika telur dari induk yang belum mengeram dimasukkan ke dalam inkubator, telur itu akan menetas lebih dulu dari yang lainnya. Ini bisa dipakai untuk merekayasa waktu tetas telur, misalnya minggu ini butuh 100 anakan, 3 minggu sebelumnya ambil telur dari induk yang belum mengeram telur, kemudian masukkan ke inkubator, maka telur akan menetas bersamaan.

  1. Satu ayam jago bisa mengawini induk sebanyak apapun. Tapi rasio tetasnya nya paling bagus jika induk tidak lebih dari 5. Jika lebih dari 5, sperma ayam jago tidak cukup untuk membuahi semua telur, dan telur tidak akan menetas.
  2. Telur terakhir dalam satu rombongan telur itu ukurannya paling kecil. Satu kali bertelur, induk ayam jago bisa punya hingga 9 telur. Ada juga yang 10, namun hal ini jarang sekali terjadi. Telur terakhir itu biasanya juga diambil karena kecil dan anaknya juga kecil.
  3. Saat ayan jantan mulai dewasa, si jantan akan bertengkar dengan betina yang paling kuat untuk bisa menjadi ‘jago’ di kawanan betina itu. Kalau kalah, si jantan akan menjadi pemurung dan induk-induk menjadi ogah kawin dengan jantan itu.

Jika ada 2 jago dalam satu kawanan, mereka akan bertengkar sampai salah satu kalah. Tak jarang sampai salah satu mati.

Foto : Kabar Jombang