Jakarta, GPriority.co.id – Tahun Baru Imlek, yang juga dikenal sebagai Tahun Baru Cina atau Festival Musim Semi, merupakan festival besar yang dirayakan pada awal kalender Tiongkok.
Diperkirakan berasal dari Cina kuno sekitar 3.500 tahun yang lalu, perayaan Imlek merupakan salah satu hari libur terpenting dalam budaya Cina, yang menandai berakhirnya musim dingin dan dimulainya tahun baru.
Perayaan Imlek biasanya jatuh antara tanggal 21 Januari sampai 20 Februari. Seperti di tahun ini, Imlek 2025 jatuh pada tanggal 29 Januari 2025.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini 5 hal tentang tahun ular kayu pada Imlek 2025, yang perlu anda ketahui.

1. Makna lambang ular dalam budaya Tiongkok
Metafora dan makna Ular dalam literatur dan mitologi Tiongkok saling bertolak belakang. Di satu sisi, ular adalah bagian dari yin, yang dikaitkan dengan kegelapan, kelembaban, dan kewanitaan.
Sementara ular berbisa sering dikaitkan dengan wanita jahat yang merayu pria dan menghisap yang mereka untuk memelihara yin mereka.
Namun, ular juga memiliki simbolisme positif. Misalnya, mereka dianggap sebagai naga kecil dan kulit yang ditumpahkan ular disebut sebagai mantel naga, yang melambangkan keberuntungan, kelahiran kembali, dan kewibawaan.
Ular juga melambangkan pengejaran cinta dan kebahagiaan, serta melambangkan kekayaan dan kebijaksanaan.
Dalam budaya tradisional Tiongkok, ular sering dikelompokkan dengan kura-kura dan burung bangau sebagai simbol umur panjang.
2. Mengapa disebut tahun ular kayu?
Shio Tionghoa adalah siklus 12 tahun yang menghubungkan setiap tahun dengan tanda binatang. Ular berada pada siklus ke 6.
Setiap tahun juga berhubungan dengan salah satu dari lima elemen dasar ( wuxing 五行) dalam kosmologi Tiongkok, yaitu Logam ( jin 金), Kayu ( mu 木), Air ( shui 水), Api ( huo 火) atau Bumi ( tu 土), menciptakan siklus 60 tahun.
Siklus (daur) seksagenari juga terdiri dari sepuluh Batang Surgawi ( titang天干) dan dua belas Cabang Bumi ( dizhi地支), yang masing-masing memiliki atribut yang berbeda.
Pada tahun 2025, Batang Surgawi adalah Yi 乙, yang melambangkan Kayu, sedangkan Cabang Bumi adalah Si 巳, yang melambangkan Api, sehingga terbentuklah tahun Yisi 乙巳.
Oleh karena itu, orang yang lahir pada tahun 2025 dapat disebut ‘Ular Kayu’ atau ‘Ular Api’ atau ‘Ular Kayu Api’.
3. Karakter orang yang lahir di tahun ular
Orang-orang dengan shio ular dikenal karena wawasannya yang tajam dan kecerdasannya yang luar biasa.
Mereka dapat dengan cepat memahami poin-poin penting saat menghadapi masalah dan membuat keputusan yang bijaksana.
Kualitas ini membuat mereka merasa nyaman di tempat kerja dan situasi sosial, karena mereka unggul dalam menciptakan peluang dan membuka jalan bagi diri mereka sendiri dan orang lain.
Konon, Ular adalah hewan zodiak yang paling ulet dari 12 hewan, jadi mereka yang lahir di Tahun Ular juga diyakini sangat misterius
Orang yang lahir di tahun ular meliputi: 1929, 1941, 1953, 1965, 1977, 1989, 2001, 2013, dan 2025.
4. Pantangan di tahun ular
Dalam budaya Tionghoa, setiap tahun yang dikaitkan dengan shio Tionghoa memiliki serangkaian kepercayaan dan tradisinya sendiri, termasuk hal tabu dan warna keberuntungan.
dua pantangan yang dikaitkan dengan tahun ular adalah membunuh ular juga berpergian ke sisi atau wilayah barat.
5. Kenakan warna merah, hijau, dan emas, untuk raih keberuntungan
Dalam budaya Cina, merah dikenal sebagai pertanda keberuntungan. Warna ini dipercaya dapat mengusir roh jahat dan kemalangan. Pada tahun 2025, simbolisme ini sangat kuat, karena merah dikaitkan dengan Api. Dipercaya bahwa mengenakan warna merah dapat membantu mengurangi energi Kayu yang berlebihan, sehingga menjaga keseimbangan dan keharmonisan antar elemen.
Sementara bagi mereka yang lahir di tahun Ular Kayu, hijau adalah warna yang paling menguntungkan bagi kehidupan.
Hijau melambangkan Kayu, yang dapat menarik keberuntungan dan rejeki yang baik ke dalam hidup mereka.
Selain itu warna emas juga melambangkan kekayaan dan kemakmuran. Oleh karena itu, menggunakan emas dalam dekorasi atau mengenakan perhiasan emas, dapat menarik energi positif, meningkatkan kemakmuran finansial, dan menjaga keseimbangan di tahun 2025.
Foto : Ilustrasi/Vector
