6 Desain Masjid Unik di Indonesia

Jakarta,gpriority-Masjid merupakan tempat ibadah bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain dijadikan sebagai tenpat ibadah, bagi sebagian orang masjid juga bisa digunakan sebagai tempat berwisata karena memiliki desain yang unik dan menarik. Misalkan, pada umumnya masjid identik dengan kubah diatasnya, namun ada beberapa masjid yang tidak memiliki kubah namun terlihat mengagumkan tanpa menghilangkan nilai-nilai keagamaan didalamnya.

1. Masjid Al-Irsyad
Masjid Al-Irsyad terletak di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, diresmikan pada tahun 27 Agustus 2010. Masjid ini sempat mendapatkan penghargaan ditingkat dunia karena memiliki arsitektur menawan dan elegan berbentuk kubus mirip dengan Ka’bah dengan warna dasar abu-abu. Pembangunan masjid ini dirancang oleh Ridwan Kamil, dengan penataan batu bata diseluruh dindingnya dan dari kejauhan akan nampak kaligrafi dua kalimat syahadat yang berlafadz “Laailaha Ilallah Muhammad Rasulullah”. Masjid yang memiliki luas 1.871 meter persegi ini memiliki 99 lampu yang menandakan 99 nama-nama Allah (Asmaul Husna). Di arah kiblat dibuat desain terbuka dengan pemandangan yang indah. Pembangunan masjid menghabiskan dana sebesar Rp 7 miliar. 

2. Masjid Salman ITB
Masjid Salman terletak di depan Kampus ITB, Jalan Ganeca, Bandung. Masjid ini dijadikan tempat ibadah, sekaligus ruang belajar dan berdiskusi bagi mahasiswa ITB dan dosen.

Selain memiliki desain yang unik, masjid ini juga kaya akan sejarah, asal-usul nama Salman sendiri dicanangkan oleh presiden RI sekaligus alumni ITB yakni Presiden Soekarno. Pada Mei 1972, untuk pertama kalinya Masjid Salman ITB digunakan untuk melakukan sholat Jumat berjamaah.

Arsitektur masjidnya pun memiliki makna sendiri yang terkandung dari setiap bangunannya. Atap masjid Salman tebuat dari benton yang cekung ke atas berbentuk cawan. Hal ini menggambarkan seseorang yang sedang berdoa dengan dengan kedua tangannya. Baik di dinding maupun di tiang masjid terdapat garis vertikal dan horizontal yang memiliki filososfi bahwa garis verikal menggambarkan hubungan manusia dengan Allah, garis horizontal menggambarkan hubungan manusia dengan sesamanya.

Design ruangan masjid ini terbuat dari kayu jati, sehingga tak heran jika berkunjung kesini kita akan menikmati hawa yang sejuk walapun tanpa AC.

3. Masjid Al Jabbar
Masjid Al Jabbar terletak di kecamatan Gedebage, kota Bandung. Masjid ini disebut-sebut sebagai masjid terapung pertama di Jawa Barat yang berdiri di atas danau buatan. Peletakan batu pertama dilakukan pada 29 Desember 2017 dan diperkirakan akan rampung pada Desember 2020. Nama Al Jabbar dipilih dari salah satu nama dari 99 Asmaul Husna yang artinya Maha Gagah, Maha Kuasa. Masjid yang dirancang oleh Ridwan Kamil ini memiliki kubah yang sangat cantik berlapiskan kaca-kaca berwarna biru dan ungu. Masjid yang berdiri di atas lahan seluas 25,99 hektare mampu menampung sebanyak 60 ribu jemaah.

4. Masjid Al Furqon UPI
Masjid Al Furqon terletak di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang menjadi masjid kampus termegah dan terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Masjid ini dirancang oleh Achmad Noe’man dan rampung pada tahun 1980, namun di tahun 2004 masjid ini direnovasi secara total dan diubah tampilan masjidnya secara keseluruhan. 

Yang menjadi daya tarik dari masjid ini salah satunya adalah bentuk atap yang tidak berkubah sebagaimana masjid pada umumnya. Di puncak masjid terdapat sebuah kaligrafi berlafadzkan ‘Allah’ yang cukup menarik perhatian di UPI. Masjid ini memiliki 4 lantai, lantai dasar digunakan untuk kegiatan mahasiswa, kantor pengurus DKM Masjid serta Islamic Tutorial, dan tempat wudhu. Untuk lantai 1, 2, dan 3 di gunakan sebagai tempat untuk menunaikan ibadah sholat. Masjid ini dapat menampung lebih dari 10,000 jamaah.

5. Masjid Kapal
Masjid Kapal ini memiliki nama asli Safinatun Najah, terletak di Kyai Padak, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Masjid ini terbilang sangat unik karena desain nya menyerupai bahtera Nabi Nuh dengan jendela-jendela berbentuk bulat seperti kapal pada umumnya. Masjid yang dibangun pada tahun 2015 ini berdiri diatas lahan seluas 7,5 hektar dan memiliki 4 laintai. Lantai pertama merupakan ruang pertemuan yang luas, terdapat tempat wudu dan toilet. Lantai kedua digunakan sebagai tempat ibadah. Di sana juga ada satu lukisan ka’bah tiga dimensi yang tertempel di dinding mihrab masjid yang mengagumkan. Lantai ketiga nantinya akan digunakan sebagai perpustakaan. Sementara untuk lantai keempat yaitu atap yang asyik digunakan untuk menikmati pemandangan alam dari ketinggian. Ditemani semilir angin, memanjakan mata dengan melihat pemandangan sawah nan hijau.

6. Masjid Raya Sumatera Barat
Masjid ini merupakan masjid terbesar di Sumatera barat yang terletak di jalan Khatib Sulaiman, Kota Padang. Masjid ini juga menjadi ikon Kota Padang dan dikenal pula dengan sebutan Masjid Mahligai Minang.

Hal unik dari masjid ini yaitu atapnya tidak memiliki kubah, melainkan memiliki atap khas budaya Minangkabau dengan desain Rumah Gadang yang memiliki empat sudut lancip.

Interior masjid pada bagian mihrab dihiasi ukiran Asma’ul Husna berwarna keemasan di sebuah latar berwarna putih.

Selain itu Masjid Raya Sumatera Barat ini juga dirancang khusus tahan terhadap gempa bumi hingga 10 magnitudo. Masjid ini terdiri atas tiga lantai. Lantai pertama digunakan sebagai tempat wudu dan tempat tambahan jika pada lantai utama para jemaah sudah penuh.

Kemudian lantai dua adalah ruang utama dalam masjid yang digunakan sebagai tempat utama salat berjamaah. Sedangkan lantai tiga juga bisa difungsikan sebagai tempat alternatif untuk para jemaah salat, atau sebagai tempat istirahat jika pengunjung sepi.

Related posts