6 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-diam Menurunkan Kadar Testosteron

Ilustrasi kesuburan pria. Foto: istimewa Ilustrasi kesuburan pria. Foto: istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Kadar testosteron tidak hanya dipengaruhi oleh usia, tetapi juga oleh berbagai kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele. Para ahli mengungkap, sejumlah benda dan aktivitas rutin ternyata dapat mengganggu produksi hormon penting ini tanpa disadari.

Testosteron merupakan hormon utama yang berperan dalam menjaga libido, massa otot, kepadatan tulang, hingga energi tubuh. Seiring bertambahnya usia, kadar hormon ini memang cenderung menurun. Namun, faktor lingkungan dan gaya hidup juga bisa mempercepat penurunan tersebut.

Dilansir dari laporan NY Post, berikut ini 6 kebiasaan sehari-hari yang dapat memengaruhi kadar testosteron.

1. Penggunaan obat kumur antiseptik

Penggunaan obat kumur tertentu dapat membunuh bakteri baik di mulut yang berperan dalam produksi nitric oxide, senyawa yang membantu mendukung produksi testosteron.

2. Memakai celana dalam terlalu ketat

Pakaian dalam yang ketat dapat meningkatkan suhu di area testis, sehingga mengganggu produksi sperma dan hormon testosteron.

3. Makanan dalam kemasan

Bungkus makanan cepat saji atau plastik tertentu mengandung bahan kimia seperti PFAS (dikenal sebagai “forever chemicals”) dan mikroplastik yang dikaitkan dengan gangguan hormon, termasuk penurunan testosteron.

4. Terpapar struk belanja (thermal receipts)

Kertas struk sering mengandung BPA atau BPS, zat kimia yang dapat meniru hormon estrogen dan berpotensi menekan produksi testosteron jika terpapar terus-menerus.

5. Penggunaan lilin aromaterapi dan pengharum ruangan

Produk beraroma ini dapat melepaskan phthalates dan bahan kimia sintetis ke udara, yang diketahui sebagai pengganggu sistem endokrin atau hormon tubuh.

6. Konsumsi alkohol berlebihan

Alkohol dapat mengganggu kualitas tidur, menurunkan kadar zinc, dan bahkan menekan produksi testosteron hingga sekitar 23 persen.

Para ahli menyarankan untuk mengurangi paparan terhadap faktor-faktor tersebut, seperti menggunakan wadah kaca untuk memanaskan makanan, memilih pakaian yang lebih longgar, serta membatasi konsumsi alkohol. Pola hidup sehat, termasuk konsumsi sayuran seperti brokoli dan kembang kol, juga dinilai dapat membantu menjaga keseimbangan hormon.

Meski terlihat sepele, kebiasaan sehari-hari ternyata bisa berdampak besar pada kesehatan hormon. Kesadaran akan faktor-faktor ini penting agar penurunan testosteron dapat dicegah sejak dini.