Jakarta, GPriority.co.id – Sebuah laporan terbaru mengungkap bahwa menopause tidak hanya menyebabkan gejala umum seperti hot flashes atau keringat pada malam hari, tetapi juga bisa berdampak signifikan pada kesehatan mulut wanita.
Dilansir dari laporan NY Post, berdasarkan survei terhadap lebih dari 1.000 wanita usia 50 tahun ke atas, sekitar 70% mengalami masalah kesehatan mulut setelah menopause, namun 84% tidak menyadari bahwa hal tersebut berkaitan dengan perubahan hormon.
Menurut ahli bedah mulut Dr. Margo Freedberg, penurunan hormon estrogen dan progesteron selama menopause memengaruhi seluruh tubuh, termasuk mulut. Salah satu dampak utamanya adalah berkurangnya produksi air liur.
Beberapa gangguan yang dilaporkan antara lain mulut kering (dialami sekitar 39 persen wanita), gigi sensitif atau nyeri (28 persen), kerusakan gigi atau karies (20 persen), gusi menyusut (33 persen), serta gusi berdarah (16 persen).
Selain itu mulut kering juga bisa memicu masalah lainnya seperti infeksi jamur mulut atau oral thrush, sensasi terbakar di lidah, hingga peningkatan risiko gigi berlubang.
Di sisi lain, menopause juga dapat menyebabkan penurunan kepadatan tulang atau osteoporosis yang berpengaruh pada tulang rahang dan kesehatan gigi.
Meski masalah ini cukup umum, hanya sekitar 2% wanita yang membicarakannya dengan dokter gigi. Namun setelah mengetahui risikonya, sebagian besar mengatakan akan lebih rutin memeriksakan gigi.
Untuk menjaga kesehatan mulut selama menopause, ada beberapa saran yang dapat dilakukan. Mulai dari rutin kontrol ke dokter gigi, menjaga kebersihan mulut, menghindari rokok. hingga menjalani gaya hidup sehat.
Menopause membawa perubahan hormon besar yang tidak hanya memengaruhi tubuh secara umum, tetapi juga kesehatan mulut. Sayangnya, banyak wanita belum menyadari kaitan ini, sehingga edukasi dan pemeriksaan rutin sangat penting.
