Jakarta, GPriority.co.id – Pernah merasa suasana hati berantakan seharian hanya karena perkataan seseorang? Kritik kecil, balasan pesan yang singkat, hingga perubahan sikap orang lain terkadang membuat seseorang terus memikirkan kesalahan dirinya.
Padahal, tidak semua perkataan dan perilaku orang lain merupakan serangan pribadi. Psikolog klinis Michelle P. Maidenberg menjelaskan bahwa kebiasaan menganggap sesuatu secara personal dapat berkaitan dengan rasa tidak aman, pengalaman masa lalu, hingga kebutuhan untuk diterima orang lain.
Menghadapi kritik bukan berarti harus mengabaikan semua masukan. Hal terpenting adalah belajar membedakan kritik yang dapat dijadikan evaluasi dengan sikap orang lain yang sebenarnya bukan tanggung jawab kita.
Berikut delapan kiat menghadapi kritik agar tidak mudah memasukkan perkataan orang lain ke hati, dilansir dari laman Psychology Today.
1. Sadari tidak semua orang harus menyukai kita
Setiap orang memiliki pandangan dan preferensi berbeda. Tidak semua orang akan menyukai pilihan, pendapat, atau cara kita menjalani kehidupan. Menerima kenyataan ini membantu mengurangi tekanan untuk selalu mendapatkan persetujuan orang lain.
2. Jangan sibuk menebak pikiran orang
Balasan pesan yang singkat atau perubahan sikap seseorang belum tentu berkaitan dengan diri kita. Hindari membuat kesimpulan tanpa mengetahui situasi sebenarnya.
3. Kritik orang lain belum tentu tentang kita
Kritik dapat muncul karena perbedaan pendapat, ekspektasi, atau cara berkomunikasi. Cobalah memahami konteks sebelum menganggapnya sebagai penilaian terhadap seluruh kepribadian kita.
4. Boleh berempati, tetapi jangan menyerap emosinya
Memahami perasaan orang lain merupakan bentuk empati. Namun, kita tidak harus ikut menanggung seluruh kemarahan, kekecewaan, atau tekanan emosional mereka.
5. Penolakan bukan berarti kita tidak berharga
Tidak diterima dalam pekerjaan, pertemanan, atau hubungan tertentu bukan bukti bahwa kita tidak memiliki nilai. Penolakan merupakan bagian dari pengalaman hidup, bukan ukuran harga diri.
6. Jangan anti kritik
Masukan yang disampaikan secara membangun dapat membantu kita berkembang. Dengarkan dengan terbuka, lalu pertimbangkan bagian mana yang memang perlu diperbaiki.
7. Berhenti overthinking perkataan orang
Ketika pikiran mulai mengulang perkataan seseorang, cobalah berhenti sejenak. Alihkan perhatian pada kegiatan yang membantu menenangkan diri dan tanyakan apakah pemikiran tersebut benar-benar memiliki dasar.
8. Jangan terus berusaha menyenangkan semua orang
Menjaga hubungan baik memang penting, tetapi bukan berarti harus selalu mengorbankan kebutuhan dan batasan diri. Belajar mengatakan tidak merupakan bagian dari menjaga kesehatan emosional.
Pada akhirnya, menghadapi kritik bukan tentang menjadi kebal terhadap perkataan orang lain. Seseorang tetap boleh merasa kecewa, tersinggung, atau sedih.
Namun, penting untuk memilah masukan yang bermanfaat dan melepaskan penilaian yang tidak perlu. Sebab, perkataan orang lain tidak seharusnya menjadi satu-satunya ukuran untuk menentukan nilai diri.
Belajar menerima kritik, memahami batasan, dan berhenti menyenangkan semua orang dapat membantu menjaga kesehatan emosional sekaligus membangun kepercayaan diri yang lebih sehat.
