Jakarta, GPriority.co.id – PSSI resmi memperkenalkan pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, yang berlangsung di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Selasa (13/1).
“Saya senang datang ke Indonesia bersama keluarga saya. Ini adalah negara dengan kultur baru, gaya sepak bola baru,” ungkap Herdman sebagaimana dikutip dari siaran langsung PSSI TV.
Dalam kesempatan tersebut, Herdman turut mengungkapkan rasa terima kasihnya usai dipilih oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang juga turut hadir dalam agenda perkenalan tersebut.
“Saya harus berterima kasih kepada Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang sudah memberi kepercayaan untuk menjadi pelatih kepala baru Timnas Indonesia,” sebut pelatih asal Inggris tersebut.
Lebih lanjut, Herdman pun membeberkan alasan menerima penawaran untuk melatih Timnas Indonesia. Padahal sebelumnya ia juga mendapatkan penawaran dari Honduras dan Panama.
Ia mengatakan, ingin membangun karier dan bekerja sama dengan federasi yang memiliki visi untuk menuju tempat yang belum pernah dipijak sebelumnya. Menurutnya, Indonesia masuk ke dalam kriteria tersebut. Sehingga, Herdman pun langsung menerima tawaran dari PSSI.
“Negara ini (Indonesia) sedang bangkit. Kita punya pemain, kapasitas, profesionalitas dan tujuan untuk menang,” ucap Herdman.
Selain itu, pelatih 50 tahun tersebut juga menilai Timnas Indonesia memiliki kesempatan besar ke depannya untuk mengejar prestasi yang lebih baik.
“Saya pernah di CONCACAF. Tapi ketika melihat 280 juta orang dan 90 persen menyukai sepak bola, saya rasa inilah tempat saya. Saya juga pernah di Kanada. Tapi saya ingin berada di sini (melatih Timnas Indonesia). Ini bukan tentang ranking atau pemain-pemain bagus. Ada kesempatan besar di Indonesia,” jelasnya.
Selanjutnya, Herdman telah ditargetkan oleh PSSI untuk membawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030.
“Misinya adalah ke Piala Dunia (2030). Setiap saya bangun, yang saya pikirkan membawa tim ini ke Piala Dunia,” imbuhnya.
Selain melatih timnas putra senior Indonesia, Herdman juga ditugaskan untuk menangani tim nasional U-23 seperti era Shin Tae-yong, mengingat sebelumnya saat Patrick Kluivert masih memimpin, timnas senior dan U-23 Indonesia dilatih oleh sosok yang berbeda.
