DPR Nilai Pembatasan Grok AI jadi Berbayar Belum Cukup

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta soal aplikasi Griok/Foto Fraksi PKS

Jakarta, GPriority.co.id – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, merespons langkah platform media sosial X yang membatasi fitur Grok hanya untuk pelanggan berbayar, menyusul protes atas maraknya penyalahgunaan fitur tersebut untuk pembuatan konten asusila dan pornografi.

Menurut Sukamta, pembatasan akses Grok tidak cukup jika hanya diberlakukan bagi pengguna berbayar. Ia menilai perlu adanya penyaringan atau filter yang sangat ketat agar tidak ada celah bagi pengguna untuk memproduksi konten negatif.

“Saya rasa tidak cukup jika respons X hanya membatasi fitur tersebut untuk pelanggan berbayar. Fitur tersebut harus dibatasi dengan filter yang sangat ketat agar tidak ada ruang atau celah bagi pengguna, baik yang berbayar maupun yang tidak berbayar, untuk menghasilkan konten negatif,” kata Sukamta dalam keterangannya, Selasa (13/1).

Karena itu, Sukamta mendesak pihak X untuk secara maksimal mencegah peredaran konten pornografi hasil Grok yang terlanjur beredar di platform tersebut.

“X juga harus maksimal mencegah tersebarnya konten-konten pornografi yang sudah terlanjur ada di platformnya,” tuturnya.

Lebih lanjut, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyatakan dukungannya apabila pemerintah mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang memanfaatkan fitur Grok untuk membuat dan menyebarkan konten negatif.

“Saya mendukung langkah tegas pemerintah untuk mendesak platform X membenahi sistem di platform mereka, termasuk adanya kewajiban moderasi konten sebelum konten tersebut diunggah. Saya juga mendukung jika pemerintah akan mengambil langkah hukum bagi pihak-pihak yang menggunakan fitur tersebut untuk membuat konten negatif dan memublikasikannya,” ujarnya.

Sebelumnya, perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk, Grok, memutuskan membatasi fitur pembuatan gambar hanya bagi pelanggan berbayar di platform X. Kebijakan ini diambil setelah menuai kritik keras dari berbagai kalangan di dunia karena fitur tersebut memungkinkan pengguna membuat gambar berbau pornografi.

Dalam pernyataannya, Grok menyebutkan bahwa hanya pelanggan berbayar X yang dapat membuat dan mengedit gambar di platform tersebut.