Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan mengumpulkan sekitar 1.200 rektor dan guru besar perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, di Istana Kepresidenan pada hari ini, Kamis (15/1).
Informasi tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan.
Menanggapi rencana itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang mengundang ribuan pimpinan dan akademisi perguruan tinggi.
Ia berharap pertemuan tersebut dapat menghasilkan solusi konkret atas berbagai persoalan pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya terkait tingginya Uang Kuliah Tunggal (UKT). Menurutnya, ke depan biaya pendidikan harus semakin terjangkau agar tidak memberatkan mahasiswa maupun masyarakat.
Selain persoalan biaya, Lalu juga berharap pertemuan tersebut membahas upaya peningkatan kualitas pendidikan tinggi agar mampu bersaing di tingkat global.
“Langkah Presiden Prabowo ini patut diapresiasi. Rektor dan guru besar adalah pilar utama pendidikan tinggi. Kemajuan dan kualitas perguruan tinggi kita sangat ditentukan oleh peran mereka,” ujar Lalu dalam keterangannya, Kamis (15/1).
Menurutnya, rektor dan guru besar memiliki peran strategis dalam memajukan pendidikan tinggi nasional. Kualitas pendidikan tinggi di Indonesia sangat bergantung pada pemikiran, kebijakan, serta kepemimpinan akademik yang mereka jalankan.
Karena itu, Lalu menilai pertemuan antara Presiden Prabowo dengan para rektor dan guru besar dapat menjadi momentum penting untuk mendorong kemajuan pendidikan tinggi di Tanah Air.
Legislator dari Daerah Pemilihan NTB II itu juga menambahkan, pertemuan tersebut membuka ruang dialog antara pemerintah dan kalangan akademisi.
“Melalui pertemuan ini, terjadi komunikasi dua arah. Presiden bisa menyampaikan arah kebijakan pendidikan tinggi, sementara para rektor dan guru besar dapat memberikan masukan berbasis keilmuan dan pengalaman akademik,” pungkas Lalu.
