CEO Danantara Bantah Perombakan Direksi Bank Himbara

CEO Danantara, Rosan Roeslani/Foto : Dok. Sekretariat Presiden RI CEO Danantara, Rosan Roeslani/Foto : Dok. Sekretariat Presiden RI

Jakarta, GPriority.co.id – CEO Danantara, Rosan Roeslani, membantah adanya isu rencana perombakan direksi bank Himbara (bank BUMN). Isu ini sebelumnya diungkap oleh Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin.

Ia menyebut, Presiden Prabowo Subianto akan melakukan perombakan besar-besaran direksi Bank Himbara. Sjafrie menyebut, orang-orang yang akan duduk di kursi pimpinan tidak berasal dari internal Himbara.

Namun, pernyataan tersebut langsung dibantah oleh Rosan.

“Kami di Danantara sebagai pemegang saham di seluruh bank Himbara sejauh ini tidak ada perbincangan mengenai hal itu,” tegas Rosan sebagaimana dikutip dari ANTARA pada Senin (2/2).

Rosan kemudian menekankan, Danantara sebagai pemegang mayoritas saham bank Himbara hingga saat ini belum memiliki rencana untuk melakukan pergantian terhadap jajaran direksi bank-bank pelat merah tersebut.

Dalam pernyataannya, Rosan menyebut bahwa Danantara akan selalu terbuka untuk berkoordinasi serta berkonsultasi apabila diperlukan, dan melakukan perbaikan terhadap Himbara.

“Tentunya kami akan selalu berkonsultasi apabila memang perlu ada perbaikan. Tetapi pada intinya sejauh ini tidak ada pembicaraan mengenai hal itu,” tuturnya.

Sebagai informasi, rencana perombakan direksi Bank Himbara, sebagaimana dijelaskan Sjafrie, dilakukan agar ke depannya bank-bank milik negara dapat lebih banyak menyalurkan kredit kepada pengusaha kecil.

“Bank Himbara itu lebih menguntungkan pengusaha besar daripada pengusaha kecil untuk dikasih kredit. Oleh karena itu, Presiden akan memutuskan ganti semua direksi Bank Himbara,” ungkap Sjafrie, dikutip dari ANTARA.

Sementara itu, sebelumnya Sjafrie menyebut bank-bank Himbara kurang memberi keuntungan untuk negara. Salah satu penyebabnya ialah karena banyaknya jajaran direksi perusahaan yang tidak bekerja secara maksimal, bahkan hanya ingin menguntungkan dirinya sendiri.

“Kita ganti dengan mereka yang mempunyai kemampuan intelektual, kemampuan praktisi tapi dia cinta tanah air. Kita tidak lagi mengambil mereka yang sudah lama bercokol di BUMN,” sebut Sjafrie.